Minggu, 05 Juni 2016

SAJAK KELENTENG

Aku ingat saat-saat
Ketika ku lewati gang di depan kelenteng itu

Merahnya membara seperti gairahku
Dan lilin-lilin, entah sekian banyaknya,
menyala teduh
seperti cinta dalam hati ini

Mereka menghalau gulita yang menerpa masa
Dan ku titipkan rindu yang tak mengenal cakrawala
Pada asap-asap dupa sembahyangan
Pergi melayang ke atas langit
Menghadap dewa-dewi yang tak sabar menumpahkan berkah
Dan Sang Maha Tinggi yang penuh cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar