Judul :
Marmut Merah Jambu
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Bukune
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2010
Cetakan ke : V
Deskripsi Fisik : 222
halaman; 13 x 20cm.
Sinopsis
Cerita ini dimulai ketika Dika dan dua orang temannya semasa
SMP menyimpan rasa suka secara diam-diam pada teman wanitanya namun enggan
untuk menyampaikan perasaannya itu karena mereka dianggap culun.
Lalu ketika SMA, ia kembali satu sekolah dengan cewe yang ia
taksir dulu, Ina namanya. Ia akhirnya mencoba berkenalan dengannya. Dika
mencoba beberapa kali mengajak Ina berkencan dan akhirnya berhasil. Sejak saat
itu mereka berdua sering jalan bareng. Namun akhirnya harus berpisah karena
Dika kuliah di luar negeri. Beberapa tahun kemudian mereka mengatur pertemuan
dan berhasil. Kini Dika menjadi seorang penulis sementara Ina menjadi Event
Organizer.
Saat itu, Ina curhat kepada Dika mengenai cowo yang
ditaksirnya sejak SMA lalu. Namun ternyata Dia, cowo yang ditaksir Ina,
memberitahu padanya bahwa ia telah berpasangan. Dika pun berpikiran akan
memberitahu Ina bahwa ia tengah menulis buku berjudul Marmut Merah Jambu dimana
akan disisipkan bab tentang perasaan cinta Dika pada Ina yang tak pernah
terbalas. Namun Dika mengurungkan niatnya. Akhir pembicaraan, Dika meminta Ina
supaya hubungan mereka berdua tetap seperti itu.
Novel ini ditulisnya dengan berusaha memahami apa itu cinta
dengan mengintrospeksi dirinya berdasar pengalaman pribadinya selama ini. Dan
sampai pada halaman terakhir yang ditulisnya, dia tetap tidak mengerti apa itu
cinta sama ketika ia mengawali buku ini pada halaman pertama.
Alih – alih seperti belalang, Dika merasa seperti seekor
marmut merah jambu yang terus – menerus jatuh cinta, loncat dari satu
relationship (hubungan) ke relationship yang lainnya, mencoba terus berlari di
dalam roda bernama cinta, seolah – olah maju, tapi tidak… karena sebenarnya
jalan di tempat. Seperti marmut yang tidak tau kapan harus berhenti berlari di
roda yang berputar. Yang setiap saat memandanginya dia selalu berpikir “apakah
ini saatnya berhenti?”
Unsur Intrinsik
Tema : Tema sosial – pengalaman pribadi
Alur :
Maju
Penokohan : Dika : dungu, jenaka, terlihat culun,
pandai memecahkan kasus
Ina
: populer, baik, gengsian
Mama : panik, sayang anak-anaknya
Edgar :
tidak mau rugi
Grup Detektif : konyol, hebat
Ara :
baik, sahabat sejati
Sudut pandang : Orang pertama pelaku utama
Latar
a. Tempat : Sering disebutkan daerah-daerah Jakarta
selatan
b. Waktu :
Berhari-hari
c. Suasana : Lebih menggambarkan suasana hati Dika yang
terkadang senang juga miris
Unsur Ekstrinsik
Nilai-nilai :
nilai sosial tentang percintaan remaja
Bahasa :
bahasa sehari-hari
Gaya cerita
: diceritakan secara jenaka
Kepengarangan : adalah seorang penulis novel populer
yang terkenal dengan novel-
novelnya yang menceritakan tentang pengalaman pribadi
Keunggulan
Novel ini memiliki desain cover yang menarik perhatian,
karena terlihat lucu dengan foto Raditya Dika yang wajahnya menyerupai marmut
ditambah desain-desain ornamen unik. Bahasa yang digunakan juga sangat ringan
karena ia menggunakan bahasa sehari-hari anak remaja. Banyak hal-hal menarik
seputar fenomena kehidupan anak remaja yang ditulisnya juga membuat novel ini
lebih hidup ketika dibaca oleh kaum remaja.
Kekurangan
Novel ini lumayan tebal untuk jenis novel komedi. Pada
beberapa bagian novel ini sedikit membosankan. Jika yang membacanya adalah
seorang perempuan, mungkin akan sedikit geli karena pada bab “Balada Sunatan
Edgar” isinya menggunakan bahasa yang sangat vulgar. Novel ini jika dibaca oleh
orang dewasa mungkin membosankan, karena isinya yang berbau remaja.
Kesimpulan
Novel ini sangat menarik karna berjenis non-fiksi komedi,
mudah dipahami karena menceritakan pengalaman pribadi sang penulis. Namun ada
beberapa kata yang sangat tidak layak untuk dibaca terutama oleh anak yang masih
dibawah umur karena kata tersebut sangatlah vulgar. Disamping itu secara
keseluruhan novel ini sangatlah cocok untuk mengisi waktu luang sembari
menghibur diri.
