KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur atas kehadirat Allah
SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan makalah demokrasi
dapat terselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan.
Makalah ini kami buat dengan tujuan
untuk membahas mengenai “RAGAM BAHASA INDONESIA”
Untuk itu kami menyusun makalah ini
dengan harapan dapat membantu pembaca untuk lebih memahami lagi tentang
demokrasi yang ada di Negara Indonesia ini untuk memperlancar proses
pembelajaran.
Namun demikian tentu saja dalam
penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan dan
pemilihan kata yang kurang tepat. Dengan ini, kami memohon maaf jika dalam
pembuatan makalah ini banyak kekurangan.Harapan saya semoga makalah ini dapat
bermanfaat.
Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
Jakarta,
26 Juni 2016
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar
Isi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Ragam Bahasa
B. Macam-macam Ragam Bahasa
1. Ragam Bahasa Berdasarkan Media
a. Ragam Bahasa Media (Lisan)
b. Ragam Tulis
2. Ragam bahasa Indonesia dari
penutur
3. Ragam bahasa Indoneisa menurut
topik pembicaraan
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Bahasa indonesia perlu dipelajari
oleh semua lapisan masyrakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi
semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasan bahasa
Indonesia itu ada yang disebut ragam bahasa. Dimana ragam bahasa merupakan
variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan dan ada
ragam bahasa tulisan. Disini yang lebih lebih ditekankan adalah ragam bahasa
lisan , karena lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan
ngobrol, puisi, pidato, ceramah, dll. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan
politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan
ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang
digunakan menurut pokok persoalan atau bidang
pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
B. Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan
dibahas adalah sebagai berikut:
Pengertian ragam bahasa.
Macam-macam ragam bahasa.
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan
media.
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan
cara pandang penutur.
Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan
topik pembicaraan.
C. Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan
untuk:
1. Mengetahui pengertian ragam bahasa.
2. Mengetahui macam-macam ragam bahasa.
3. Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia
berdasarkan media.
4. Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia
berdasarkan cara pandang penutur.
5. Mengetahui Ragam Bahasa Indonesia
berdasarkan topic pembicaraan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang
berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan
bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.
Pengertian ragam bahasa menurut
para ahli adalah:
1. Pengertian ragam bahasa menurut
Bachman
Menurut Bachman (1990), “ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut
pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan
pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium
pembicara.”
2. Pengertian ragam bahasa menurut
Dendy Sugono
Menurut Dendy Sugono (1999), “bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa
Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan
tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam
pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi,
seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa
baku.”
3. Pengertian ragam bahasa menurut
Fishman ed
Menurut Fishman ed (1968), suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik
dan hukum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam
bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa
Indonesia. Dalam pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah kaidah tentang
norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi
pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan.
B. Macam-macam Ragam Bahasa
Yaitu bisa dibagi 3 berdasarkan
media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.
1. Ragam bahasa Indonesia berdasarkan
media
a.
Ragam bahasa Media (Lisan)
Bahasa yang di hasilkan menggunakan
alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar dinamakan ragam
bahasa lisan. Dalam ragam lisan kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata dan
lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah
suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan
ide.
v
Ciri-ciri ragam lisan:
Memerlukan orang kedua/teman bicara.
Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
Tidak harus memperhatikan gramatikal,
hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
Berlangsung cepat
v
Kelebihan ragam bahasa lisan :
a. Dapat disesuaikan dengan situasi
b. Faktor efisiensi waktu
c. Faktor kejelasan karena
pembicara menambahkan unsure lain berupa tekan dan
gerak anggota badan agah pendengar
mengerti apa yang dikatakan seperti situasi,
mimik dan gerak-gerak pembicara.
d. Faktor kecepatan, pembicara
segera melihat reaksi pendengar terhadap apa
yang dibicarakannya.
e. Lebih bebas bentuknya karena
faktor situasi yang memperjelas pengertian
bahasa yang dituturkan oleh
penutur.
f. Penggunaan bahasa lisan bisa
berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari
informasi audit, visual dan
kognitif.
v
Kelemahan ragam bahasa lisan :
a. Bahasa lisan berisi beberapa
kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-
frase sederhana.
b. Penutur sering mengulangi
beberapa kalimat.
c. Tidak semua orang bisa melakukan
bahasa lisan.
d. Aturan-aturan bahasa yang
dilakukan tidak formal.
b. Ragam Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa
yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan
dengan huruf sebagai unsur
dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan
tata cara penulisan dan kosakata.
Dengan kata lain dengan ragam bahasa tulis, kita
tuntut adanya kelengkapan unsur
kata seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat,
ketepatan pilihan kata, kebenaran
penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
v
Ciri-ciri ragam tulis:
1. Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara
2. Tidak tergantung kondisi, situasi &
ruang serta waktu
3. Harus memperhatikan unsur gramatikal;
4. Berlangsung lambat
5. Selalu memakai alat bantu
6. Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
7. Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan
mimik muka, hanya terbantu dengan tanda
baca.
v
Kelebihan ragam bahasa tulis :
a. Informasi yang disajikan bisa
dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi
yang menarik dan menyenangkan.
b. Umumnya memiliki kedekatan
budaya dengan kehidupan masyarakat.
c. Sebagai sarana memperkaya
kosakata.
d. Dapat digunakan untuk
menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau
mengungkap unsur-unsur emosi
sehingga mampu mencanggihkan wawasan
pembaca.
v
Kelemahan ragam bahasa tulis :
a. Alat atau sarana yang
memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada
akibatnya bahasa tulisan harus
disusun lebih sempurna.
b. Tidak mampu menyajikan berita
secara lugas, jernih dan jujur, jika harus
mengikuti kaidah-kaidah bahasa.
c. Yang tidak ada dalam bahasa
tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena
itu dalam bahasa tulisan diperlukan
keseksamaan yang lebih besar.
v
Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan tata bahasa dan
kosa kata ):
A. Tata Bahasa :
a. Ragam Bahasa lisan
1) Nia sedang baca surat kabar.
2) Ari mau nulis surat.
3) Tapi kau tak boleh menolak lamaran itu.
b. Ragam bahasa tulisan.
1) Nia sedang membaca surat kabar.
2) Ari mau menulis surat.
3) Namun, engkau tidak boleh menolak
lamaran itu.
B. Kosa kata :
a. Ragam bahasa lisan
1) Ariani bilang kalau kita harus belajar.
2) Kita harus bikin karya tulis.
3) Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak
b. Ragam bahasa tulisan
1) Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.
2) Kita harus membuat karya tulis.
3) Rasanya masih telalu muda bagi saya, Pak.
2. Ragam bahasa Indonesia berdasarkan
penutur.
Ragam Bahasa Berdasarkan penutur
yaitu :
1. Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut
ragam daerah (logat/dialek).
Luasnya pemakaian bahasa dapat
menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa
digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa
Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli.
Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa
Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan/b/pada posisi awal saat
melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dll. Logat bahasa
Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan /t/ seperti pada kata ithu, kitha,
canthik, dll.
2. Ragam bahasa berdasarkan pendidikan
penutur.
Bahasa Indonesia yang digunakan
oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak
berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing,
misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak
berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm,
pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa
seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam
kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
contoh:
1) Ira mau nulis surat = Ira mau menulis
surat
2) Saya akan ceritakan tentang Kancil = Saya
akan menceritakan tentang Kancil.
3. Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur.
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika
lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara
lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap
penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat
mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya.
Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca,
akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur
dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang
digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula
tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Contoh:
Ragam resmi : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam tak resmi : “Saya sudah baca buku itu”
3. Ragam bahasa Indonesia menurut topik
pembicaraan.
Berdasarkan topik pembicaraan,
ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam
agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.
Contoh:
Ragam hukum : Dia dihukum karena melakukan tindak
pidana.
Ragam bisnis : Setiap pembelian diatas nilai tertentu
akan diberikan diskon.
Ragam sastra : Cerita itu menggunakan Flashback.
Ragam kedokteran: Anak itu
menderita penyakit kuorsior.
Menurut Anton M. Moeliono (dalam
Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia,1980), berbahasa Indonesia dengan baik dan
benar dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan
yang disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, sebaliknya, mengacu ke ragam bahasa yang
sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran.
Ada lima laras bahasa yang dapat
digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam
tersebut dibagi sebagai berikut.
1. Ragam baku (frozen); digunakan
pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada
kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
2. Ragam resmi (formal); digunakan
dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
3. Ragam konsultatif
(consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau
pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
4. Ragam santai (casual); digunakan
dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu
saling kenal dengan akrab.
5. Ragam akrab (intimate).
digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.
Contoh Bahasa Indonesia yang Baik
dan Benar :
Misalkan dalam pertanyaan
sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku
Contoh :
* Ketika dalam dialog antara
seorang Guru dengan seorang murid
Pak guru : Rino apakah kamu sudah
mengerjakan PR?
Rino : sudah saya kerjakan pak.
Pak guru : baiklah kalau begitu,
segera dikumpulkan.
Rino : Terima kasih Pak , akan
segera saya kumpulkan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Ragam bahasa adalah variasi bahasa
menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, orang yang
dibicarakan, serta menurut media pembicaraan. Dalam konteks ini ragam bahasa
meliputi bahasa lisan dan tulisan.
Pada ragam bahasa baku tulis diharapkan
para penulis mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta
menggunakan ejaan bahasa yang telah disempurnakan (EYD), sedangkan ragam bahasa
lisan diharapkan para warga Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahasa
dengan baik serta bertutur kata sopan sebagai pedoman yang ada.
Saran
Sebagai warga negara Indonesia,
sudah seharusnya kita semua mempelajari ragam bahasa yang kita miliki, kemudian
mempelajari dan mengambil hal-hal yang baik, yang dapat kita amalkan dan kita
pakai untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi para pembaca dan menambah pengetahuan dan wawasan anda. Mohon
maaf jika dalam penyusunan terdapat banyak kekeliruan penulis mohon maaf. Untuk
kritik dan saran dari pembaca penulis harapkan karena itu menjadi acuan untuk
penulis agar membuat makalah menjadi lebih baik lagi, Sekian dan terimakasih.
Daftar Pustaka
1.
http://tisnajelek.blogspot.com/2013/10/pentingnya-berbahasa-yang-baik-dan.html
2. http://rifqybawazier.blogspot.com/2013/10/ragam-bahasa-dan-pentingnya-
menggunakan.html
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
4.
http://naufal101110.blogspot.com/2013/10/artikel-ragam-bahasa-indonesia.html
Diposkan oleh Candra Rosdianto di 23.31
5.
http://sekapursirihpunya.blogspot.com/2013/05/contoh-makalah-ragam-bahasa.html
6.
http://www.trigonalworld.com/2013/07/pengertian-ragam-bahasa-menurut-para.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar