Sabtu, 23 Januari 2016

PAGI KU YANG HILANG

Beberapa hari telah berlalu seperti biasa aku duduk di depan rumah sendiri. Semenjak dia pergi meninggalkanku tanpa sebab. Malam ini ditemani gemerlap bintang dan bulan aku mencoba mengingat masa itu. seakan masih belum percaya dengan yang ku alami! Dia tak lain adalah orang yang ku cintai dan ku sayangi kami sudah kenal selama lima bulan dan selama lima bulan aku sangat bahagia bisa bersamanya. Dia datang disaat hati ini sepi memberikan warna baru dalam hatiku.
Pagi ini aku dikagetkan oleh suara ketukan pintu rumahku. Tok.. Tok.. Tok! “Assalamualaikum?” Suaranya begitu merdu memecahkan rasa kantukku di pagi hari. Dengan langkah berat aku bangun dari ranjangku untuk membuka pintu rumah, ku dapati sosok perempuan manis memakai jilbab dengan senyum gigi gingsulnya dan tak lain dia adalah “Nova” kekasihku. Dengan suara agak berat karena masih mengantuk aku menjawab.
“Wallaikumsalam. Pagi-pagi kok tumben udah datang sayang?”
“Iya, gak apa-apa kan aku dateng sepagi ini soalnya aku bawain sarapan buatmu nih!”
Dengan senyumku yang bahagia aku berterima kasih pada Tuhan karena telah dipertemukannya dengannya, lalu ku persilakan masuk dia duduk di ruang tamu. Kami mulai berbincang banyak ditemani hangatnya mentari pagi hari. Tapi aku melihat ada sesuatu yang berbeda dengan biasanya wajahnya terlihat murung mulai ku tanyakan padanya.
“Yank, kamu kenapa kok murung? apa ada masalah?”
“Enggak kok gak ada apa-apa. Cuman aku agak berpikir tapi lupakanlah gak penting juga kok! hehe.” dengan senyum yang kecut dia menjawabku.
Entah mengapa hatiku seakan ragu dengan jawabannya itu, seperti ada yang berusaha dia sembunyikan dariku entah apa itu. Aku bersikeras bertanya padanya apa yang terjadi dengannya. Akhirnya dia mau menjawab pertanyaanku dengan sedikit berat. Dia mulai bercerita tentang yang dia alami, aku hanya diam mematung setelah dia bercerita rasanya sedih otakku mulai berpikir cepat.. seakan aku tak bisa berbuat apa-apa dan yang saat ini bisa ku lakukan hanyalah memberinya semangat dan doa.
KISTA, penyakit yang saat ini ada dalam dirinya. Dia bercerita tentang sakitnya itu setelah dia mengalami sakit pada bagian perutnya. Lalu dia periksa ke dokter setelah dia periksa dokter menyatakan bahwa dia terkena penyakit itu, dan itu harus segera ditangani serius yaitu operasi karena akan semakin tumbuh. Dia kemudian memelukku erat, air mata yang menetes tak mampu dia bendung. Aku pun semakin sedih dengan keadaannya saat ini aku sangat sayang dengannya apa pun akan aku lakukan demi kebahagiaannya.
“Aku, akan mengusahakan mencari uang agar kamu cepat dioperasi!”
“Tak usah.. makasih kamu doain aja. Aku gak minta kamu harus seperti itu padaku.. aku tak ingin jadi beban pikiranmu.” dengan senyumnya seakan di tak ingin aku terlalu khawatir dengan keadaannya itu.
Baiklah aku mencoba berpikir positif, Aku percaya padanya.. lalu untuk melepas kesedihannya aku mengajaknya ke luar jalan-jalan berkeliling menggunakan sepeda motorku. Setelah kami cukup puas berkeliling kami kembali. Setelah kami sampai dia berpamitan padaku untuk pulang. Aku pikir ini seperti biasa ku tatap dia menaiki motornya mulai menjauh dari pandanganku. Aku kembali dengan rutinitasku biasanya. Keesokkan harinya di pagi hari yang sama ku dengar handphone bunyi kencang.
“Tit.. Tit.. Tit,” ku buka ternyata pesan dari kekasihku.
“Sebelumnya aku minta maaf. Kita tak bisa seperti ini terus lebih baik kita jangan bertemu lagi maaf. Jika kita memang berjodoh gak akan ke mana-mana pasti suatu saat bersama lagi.”
Setelah aku membaca pesan darinya seakan tak percaya dia berkata seperti itu padaku setelah apa yang kita lalui selama ini dia meninggalkanku begitu saja. Apa yang salah denganku? Kemudian aku membalas pesan darinya dengan rasa kecewa. “Baiklaah jika itu sudah menjadi sebuah keputusannmu aku tak tahu mau gimana lagi, aku tak bisa memaksamu untuk tidak pergi mungkin itu lebih baik buatmu. Terima kasih atas semua perhatianmu padaku selama ini.” Setelah aku membalas pesannya, sampai sekarang dia tak pernah menghubungiku lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar