Sabtu, 14 November 2015

UNSUR-UNSUR KARANGAN

SEMBILAN UNSUR DALAM MEMBUAT KARANGAN

Tugas kali ini saya akan menulis unsur - unsur dalam membuat karangan. Sebelum menulis suatu gagasan atau tulisan ilmiah, seharusnya kita memperhatikan beberapa unsur yang terdapat dalam penulisan ilmiah tersebut. Sehingga penulisan ilmiah yang kita buat mampu memenuhi syarat penulisan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan ataupun tulisan. Berikut adalah unsur-unsur dalam membuat suatu karangan:

1.       Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

2.       Ejaan
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna.

3.       Diksi
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[butuh rujukan] Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks. Diksi terdiri dari delapan elemen: Fonem, Silabel, Konjungsi, Hubungan, Kata benda, Kata kerja, Infleksi, dan Uterans.

4.       Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.

5.       Alinea dan Pengembangannya
Alinea atau Paragraf adalah kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Meskipun demkian, ada juga alinea yang hanya terdiri dari satu kalimat saja
Pengembangan alinea :
a. Alinea/Paragraf Definisi
b. Alinea contoh
c. Alinea perbandingan
d. Alinea analogi
e. Alinea Klimaks atau Induktif
f. Alinea Anti Klimaks atau Deduktifg. Alinea Campuran
h. Alinea Sebab Akibati. Alinea Prosesj. Alinea Deskriptif

6.       Perancangan Penulisan Karangan
Perancangan penulisan karya ilmiah, dalam menulis karya ilmiah sangat dibutuhkan perancangan agar erstruktur, layaknya bangunan perlu rancangan untuk membuat bangunan yang kokoh.

7.       Kerangka Karangan
Outline menurut bahasa adalah kerangka, regangan, garis besar, atau guratan. Jadi outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Jadi kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan atau kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas, susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.

8.       Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan merupakan pendapat atau gagasan atau ide dari seseorang dari berbagai sumber, baik berupa tulisan dalam buku atau majalah, surat kabar atau bentuk tulisan lainnya. Mengutip adalah proses pengambilan gagasan tersebut. Sumber yang dipakai bisa diambil dari kamus, ensiklopedia, artikel, laporan, buku, majalah, internet dan lain sebagainya.
Catatan kaki adalah salah satu bagian penting dalam penulisan karya tulis, biasa digunakan dalam penulisan buku, skripsi, makalah, dan juga tulisan lainnya. Tujuan catatatan kaki aalah untuk memberi penjelasan tentang sumber kutipan dari suatu karya tulis. Catatan kaki ditulis disetiap lembar/halaman dimana sumber tersebut dimuat dalam sebuah karya tulis berbeda halnya dengan daftar pustaka yang penulisannya beraa di akhir karya tulis. Biasanya catatan kaki terdapat pada bagian bawah dan dipisahkan oleh garis panjang.

9.       Abstrak dan Dan Daftar Pustaka
Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk me¬mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per¬masalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Minggu, 18 Oktober 2015

ASAL USUL BAHASA

Asal Mula Bahasa
Bahasa merupakan hal penting bagi manusia. Dalam kegiatan sehari hari manusia menggunakan berbagai macam dan jenis bahasa. Tetapi banyak orang tidak tahu asal usul dari sebuah bahasa yang sering mereka gunakan setiap saat.
Pada zaman Yunani Kuno, telah banyak muncul pertanyaan tentang asal mula bahasa. Beberapa filsuf berpendapat dan menciptakan teori-teori tentang bahasa, tetapi teori-teori itu tidak didukung oleh data empiris tentang hal tersebut. Maka dari itu teori tentang bahasa di anggap spekulatif.
Spekulasi yang pernah berkembang pada abad ke-17 adalah ketika ke-17,seorang filolog Swedia mengungkapkan di Taman Eden (Surga Firdaus) Tuhan berbahasa Swedia, Adam berbahasa Denmark, dan pembantu berbahasa Perancis. Dan sampai abad pertengahan banyak orang percaya awalnya bahasa di dunia ini hanya satu, yaitu bahasa Ibrani. Kemudian karena orang-orang banyak berdosa maka Tuhan menghukum mereka dengan memberinya berbagai bahasa yang berbeda agar mereka susah berhubungan (mite Menara Babil).

Teori Asal Mula Bahasa
            Berikut adalah beberapa teori-teori tentang bahasa yang pernah ada ;
1.      Teori Tekanan Sosial (The Social Presure Theori) (Dikemukakan oleh Adam Smith)
Teori ini bertolak dari anggapan bahasa manusia muncul karena manusia primitif (hominoid) dihadapkan pada kebutuhan saling memahami.
Ketika mereka ingin mengungkapkan sesuatu mereka mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu.
2.      Teori Onomatopetik (tiruan bunyi alam) (Dikemukakan oleh Johann Gotfried Herder)
Teori ini mengungkapkan bahwa objek-objek diberi nama sesuai dengan bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh objek tersebut. Contoh tokek, cicit, embik (b. Indonesia). Teori ini oleh Max Muller dinamakan teori bow-wow (bunyi salak anjing).
3.      Teori Interjeksi (interjection theory)
Teori ini bertolak dari asumsi bahasa lahir dari ujaran-ujaran instinktif karena tekanan-tekanan batin, perasaan mendalam, dan rasa sakit yang dialami manusia.
Seandainya pendapat ini benar, maka kita dapat menduga bunyi uuh timbul karena konotasi rasa orang yang menderita.
4.      Teori Nativistik (Tipe Fonetik)(Dikemukakan oleh Max Muller)
Teori ini diciptakan karena Max Muller menolak teori onomatopetik dan interjeksi.
Berdasarkan pada asumsi tiap barang akan mengeluarkan bunyi kalau dipukul. Berdasarkan bunyi-bunyi tersebut manusia meresponnya melalui ekspresi artikulatoris yang separuhnyabberbentuk vokal, dalam hal ini berbentuk tipe-tipe fonetik tertentu. Teori ini termasuk bunyi-bunyi benturan, hembusan, dan sejenisnya.
5.      Teori Yo-He-Ho
Teori ini memandang bahwa bahasa muncul sebagai bunyi-bunyi seruan yang muncul bersamaan dengan upaya fisik yang cukup kuat.
Bunyi  dari orang-orang yang terlibat dalam suatu kegiatan dapat menjadi sumber bahasa untuk memberi semangat pada sesamanya, mereka akan mengucapkan bunyi-bunyi khas. 
6.      Teori Isyarat (Diajukan oleh Wilhelm Wundt)
Wundt mengemukakan teori ini berdasarkan pada hukum psikologi, yaitu tiap perasaan manusia mempunyai bentuk ekspresi yang khusus.
Tiap ekspresi akan mengungkapkan perasaan tertentu yang dialami seseorang hingga memunculkan bahasa isyarat. Bahasa isyarat timbul dari emosi dan gerakan-gerakan ekspresif.

            Asal Mula Bahasa Beberapa Negara
1.      Bahasa Inggris
Bahasa Inggris memiliki awal mula kenap bisa digunakan di seluruh dunia loh. Awalnya bahasa Inggris lahir di pulau Britania tepat 1500 tahun yang lalu. Bahasa Inggris itu sebuah bahasa Jermanik Barat yang berasal dari dialek-dialek Anglo-frisia. Lalu bahasa tersebut dibawa ke pulau Britania di Eropa oleh para imigran Jermanik dari beberapa wilayah barat laut yang sekarang kalian ketahui sebagai Negara Belanda dan Jerman.
2.      Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu diketahui sebagai akar dari lingua franca Indonesia. Sutan Takdir Alisjahbana, dalam bukunya Sedjarah Bahasa Indonesia, mengutarakan bahasa Melayu memiliki kekuatan untuk merangkul kepentingan bersama sehingga untuk dipakai di Nusantara.
Menurut Alisjahbana, persebarannya juga luas karena bahasa Melayu dihidupi oleh para pelaut pengembara dan saudagar yang merantau ke mana-mana. "Bahasa itu adalah bahasa perhubungan yang berabad-abad tumbuh di kalangan penduduk Asia Selatan," tulisnya. Faktor lain, bahasa Melayu adalah bahasa yang mudah dipelajari.
Pada era pemeritahan Belanda di Hindia, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua dalam korespondensi dengan orang lokal . Persaingan antara bahasa Melayu dan bahasa Belanda pun semakin ketat. Gubernur Jenderal Roshussen mengusulkan bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat.

Referensi
Universitas Pendidikan Indonesia

ARTIKEL BAHASA INDONESIA

Wajah Negeriku

Setelah 70 tahun kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini sepertinya negeri ini masih belum pada posisi yang dicita-citakan para pejuang kemerdekaan.  selama 70 tahun tersebut Negeri ini mengalami berbagai peristiwa pasang surutnya perjalanan sebagai sebuah proses untuk menuju Bangsa yang besar dan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi sejarah mengisi lembaran-lembaran yang tidak akan penuh oleh coretan tinta layaknya sebuah buku cerita berepisode.

Setiap cerita selalu dihiasi dengan warna yang mana warna tersebut ada terang, kelam, putih, hitam dan berjuta-juta warna yang tak mampu tuk kutulis..jika saja boleh negara diilustrasikan kedalam cerita yang memiliki banyak warna pastilah bangsa ini telah melewati masa kelam dan hitamnya sebuah proses berdirinya negara ini, lantas warna apakah yang menghiasi indonesia saat ini? tidak ada warna yang tepat untuk menggambarkan keadaan saat ini.

Indonesia yang selalu kita dengar sebagai negara yang  melimpah sumber daya alamnya, kaya akan keanekaragaman budayanya, santun dalam etika masyarakatnya dan masih banyak lagi kata-kata indah sebagai gambaran dari bangsa ini. Pertanyaan terbesarnya adalah, sudah adakah keserasian dengan apa yang terjadi saat ini???

Dimana - mana terjadi banjir dan bencana alam sebagai hasil dari buah tangan kita sendiri, kemiskinan masih sebagai selimut berjuta-juta rakyat indonesia, pendidikan masih menjadi sesuatu yang bernilai mahal harganya, krisis moral dan kepercayaan merebak bak jamur yang tumbuh dimusim penghujan, tindakan anarkis kerap menjadi pilihan dalam mengatasi masalah yang sebenarnya semuanya memiliki payung hukum, pelaku korupsi tumbuh pesat seolah-seolah menjadi trend yang sangat sayang jika tidak diikuti, pengangguran masih menjadi permasalahan klasik yang belum terselesaikan sebagai efek dari tidak berimbangnya antara  jumlah penduduk dengan tersedianya lahan kerja dan menjadi TKI ilegal MUNGKIN adalah pilihan "cerdas" yang tidak berkualitas ditengah-tengah rumitnya sebuah birokrasi dan minimnya pilihan untuk dapat hidup dengan layak, sekalipun berita-berita menyesakkan tentang nasib TKI masih menghiasi di berbagai media.


Layaknya wajah kelam dari seorang bidadari yang terkungkung dalam istana yang megah yang tertulis di dalam sebuah cerita-cerita dongeng, mungkin seperti itulah wajah negeri ini..kapan pena ini memihak kita untuk  kau tuliskan keindahan dan mengakhiri penderitaan sang bidadari? sayangnya kita tidak hidup di negeri dongeng yang dengan mudah mengubah alur cerita, namun kita hidup di dunia nyata dimana proses panjang adalah sebuah keharusan, untuk mengubah paragrap demi paragrap cerita kehidupan.


SUMBER :
http://makalahproposal.blogspot.com/2014/05/artikel-bahasa-indonesia.html

Jumat, 16 Oktober 2015

ASAL USUL BAHASA INDONESIA

Sebagai negara kepulauan dengan banyak suku dan adat di dalamnya, Indonesia juga memiliki beragam bahasa yang unik kepada setiap suku. Dari bahasa-bahasa yang banyak tadi juga masih terbagi-bagi lagi menjadi dialek-dialek yang berbeda. Perbedaan ini, jika tidak ditanggapi secara serius akan menimbulkan ketidakharmonisan komunikasi antara satu daerah dengan daerah lainnya, karena itulah muncul bahasa nasional yang bersamanya juga membawa sejarah bahasa Indonesia yang diperjuangkan mati-matian pada era kebangkitan bangsa beberapa puluh tahun yang lalu.
Awal Mula Bahasa Indonesia
Mungkin sejarah bahasa Indonesia pertama ditemukan di sekitar pesisir pulau Sumatera bagian tenggara, dimana yang ditemukan adalah aksara pertama bahasa Melayu atau Jawi. Temuan tersebut kemudian mengindikasikan adanya penyebaran bahasa ini ke hampir seluruh tempat di Nusantara dari tempatnya ditemukan. Hal ini tidak lepas dari campur tangan kerajaan Sriwijaya yang saat itu menjadi penguasa jalur perdagangan di area Nusantara.
Nama Melayu muncul dari nama sebuah kerajaan yang didirikan di Jambi tepatnya di Batang Hari, bernama kerajaan Malayu. Di kerajaan ini, diketahui bahwa bahasa Melayu masyarakat Jambi secara keseluruhan menggunakan dialek “o”, dimana akhir kalimat yang diakhiri dengan alfabet a akan diubah menjadi o seperti misalnya “kemano” yang merupakan dialek o dari kata “kemana”. Nantinya, dialek Melayu ini akan terus berkembang dan menjadi semakin banyak ragamnya seiring semakin banyaknya tempat yang menggunakan dialek ini. Dalam perkembangannya, penggunaan kata “Melayu” sendiri akhirnya menjadi jauh lebih luas dibandingkan daerah kerajaan Malayu yang hanya mencakup sebagian kecil dari pulau Sumatera. Hal ini disebut dalam Kakawin Negarakertagama sebagai asal-usul mengapa pulau Sumatera memiliki sebutan lain sebagai Bumi Melayu.
Sejarah bahasa Indonesia baru menjadi “resmi” ketika pada awal abad ke-20, mulai ada perpecahan bentuk baku tulisan pada bahasa Melayu. Pada tahun 1901, Indonesia yang masih menjadi Hindia-Belanda mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan Persekutuan Tanah Melayu yang nantinya menjadi bagian dari Malaysia mengadopsi ejaan Wilkinson 3 tahun setelahnya.
Commissie Voor de Volkslectuur atau Komisi Bacaan Rakyat (KRB) dibentuk pemerintah Belanda sebagai bentuk intervensi pada tahun 1908 dan nantinya akan berubah nama menjadi nama yang dikenal baik sebagai Balai Poestaka. Dengan D.A. Rinkes sebagai pimpinannya, KRB menjalankan sebuah program pada tahun 1910, yaitu pembuatan perpustakaan kecil di tiap sekolah pribumi dan fasilitas-fasilitas pemerintah yang diberi nama program Taman Poestaka.
Akibat program Taman Poestaka yang diluncurkan oleh pemerintah Belanda, terjadi perkembangan yag pesat dimana 700 perpustakaan telah terbangun pada tahun 1912. Program ini melahirkan berbagai anak bangsa yang hobi mencari ilmu dan membaca yang akhirnya menuntun pada terjadinya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Sumpah Pemuda memainkan peran penting dalam sejarah bahasa Indonesia, terutama penggunaannya sebagai bahasa Nasional. Sumpah Pemuda sendiri sebenarnya adalah hasil putusan yang diterima dari Kongres Pemuda Kedua pada tanggal 87 dan 28 Oktober 1928. Dalam salah satu isi Sumpah Pemuda tertuliskan bahwa pemuda dan pemudi Indonesia memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Pada kongres ini juga Muhammad Yamin mengatakan bahwa ada dua kemungkinan bahasa yang bisa menjadi bahasa persatuan yaitu Jawa dan Melayu, dan Yamin berpendapat bahwa bahasa Melayu yang akan menjadi bahasa pergaulan.
Penyempurnaan Ejaan
Bahasa Indonesia mengalami beberapa kali pengubahan ejaan, dimana ejaan pertama diberi nama ejaan van Ophuijsen. Ejaan ini merupakan ejaan Melayu yang dituliskan menggunakan huruf Latin, dan disusun oleh Charles van Ophuijsen serta Nawawi Soetan Ma’moer & Moehammad Taib Soetan Ibrahim sebagai pembantunya dalam penyusunan ejaan ini pada tahun 1896. Ciri khas ejaan ini adalah:
  • Ejaan ini menggunakan ï sebagai pembeda huruf i yang digunakan untuk akhiran serta sebagai pengganti huruf y.
  • Penggunaan huruf j sebagai pengganti y dalam kata-kata: jang, sajang, pajah, dan lainnya.
  • Penggunaan huruf oe sebagai pengganti u dalam kata-kata: goeroe, boeang, dan semacamnya.
  • Penggunaan diakritik seperti petik satu untuk mengganti huruf k seperti misalnya pada: ma’moer, ta’, pa’, dan lain-lain.
Ejaan pengganti Ophuijsen adalah ejaan Republik yang dikenal juga dengan nama ejaan Soewandi. Ejaan ini diresmikan pada 19 Maret 1947 dan memiliki ciri sebagai berikut:
  • Huruf oe tidak lagi digunakan, dan mulai menggunakan huruf u.
  • Penggunaan petik satu untuk bunyi sentak digantikan dengan huruf k seperti misalnya: sentak, tidak, tak, dan lain sebagainya.
  • Penggunaan angka 2 untuk kata yang diulang seperti: main2, makan2, dan lain-lain.
  • Tidak adanya perbedaan antara awalan di- dengan kata depan di.
Ejaan yang Disempurnakan (EYD) diresmikan pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden dan menjadi dasar penulisan yang berlaku hingga saat ini. Dalam ejaan ini, ada beberapa hal berubah:
  • Penggunaan huruf c yang menggantikan tj seperti misalnya pada kata-kata: tjontoh, tjandra, tjatjing, dan lainnya.
  • Dj digantikan dengan huruf j.
  • Penggantian ch menjadi kh.
  • Pengubahan penulisan nj menjadi ny.
  • Perubahan sj menjadi sy, dan yang terakhir
  • Perubahan j menjadi y.
Sejarah bahasa Indonesia merupakan sebuah sejarah perjuangan suatu bangsa untuk menetapkan eksistensinya di mata negara lain. Perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa Nasional bukanlah perkara mudah, mengingat Indonesia sempat dijajah berkali-kali, dan hal itu mengubah cara pengejaan kata per kata meskipun tidak begitu signifikan.

Selasa, 14 April 2015

TEORI ORGANISASI UMUM 2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Seiring dengan kemajuan zaman, telah banyak terjadi perubahan di sekitar kita. Salah satunya adalah persaingan dalam dunia bisnis yang  sedemikian ketat, hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya perusahaan namun disisi lain masih berdiri suatu organisasi yang merupakan kumpulan dari orang-orang untuk menciptakan kesejahteraan bersama.

1.2 Rumusan Masalah
      Dari uraian di atas timbul beberapa pokok permasalahan berkaitan dengan koperasi ini, yaitu:
1. Apa saja visi dan misi dari koperasi tersebut?
2. Masalah apa saja yang dihadapi dalam koperasi tersebut?
3. Apakah visi dan misi dari koperasi tersebut berjalan dengan baik?

1.3 Tujuan Pembahasan
1. Agar pembaca bisa lebih mengerti maksud dari koperasi tersebut.
2. Pembaca mengerti bagaimana tatacara dalam koperasi tersebut.
3. Pembaca bisa mengetahui apa saja macam-macam produk yang ada dalam koperasi tersebut

1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaa tpenulisan makalah ini adalah :
1. Bermanfaat sebagai suatu proses belajar dalam koperasi.
2. Dapat mengkaji lebih dalam tentang koperasi.
3. Bermanfaat sebagai suatu proses belajar untuk mengetahui macam macam produk yang ada didalam suatu koperasi tersebut.
4. Untuk menambah pengetahuan tentang koperasi.


1.5 Batasan Masalah
kami menyimpulkan masalah sebagai berikut:
1.     Bagaimana caranya merekrut anggota baru dalam koperasi?
2.     Apa saja ketentuan dalam merekrut anggota dalam koperasi tersebut?
3.     Bagaimana cara menyebarkan produk agar orang lain tertarik dengan produk  tersebut?


BAB II
PENDEFINISIAN
2.1 Pengertian Koperasi
Koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan atas asa kekeluargaan yang anggotanya terdiri dari orang perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, dimana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi biasa disebut sisa hasil usaha atau SHU biasanya dihitung berdasarkan andil.
2.2 Prinsip-Prinsip Koperasi
PRINSIP / SENDI KOPERASI MENURUT UU NO. 12/1967
  • Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia
  • Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pemimpin demokrasi dalam koperasi
  • Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota
  • Adanya pembatasan bunga atas modal
  • Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya
  • Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
PRINSIP KOPERASI UU NO. 25 / 1992
  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  • Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoperasian
  • Kerjasama antar koperasi


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Sejarah
Sejarah Koperasi Lima Garuda dimulai pada tanggal 19 Juni 2008 dengan kantor pusat di Bekasi sesuai  dengan keputusan menteri negara koperasi dan usaha kecil dan menengah nomor 759/BH/MENEG.I/V/2008. Didirikan dengan tujuan untuk menjadi solusi intelektual dan finansial bagi masyarakat kecil pada khususnya dan masyarakat menengah pada umumnya dengan menyediakan produk-produk keuangan yang inovatif dan standar layanan perbankan di Indonesia yang didasari oleh perilaku etikal, semangat kekeluargaan dan prinsip kehatihatian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Kekuatan Koperasi Lima Garuda terletak pada pendiriannya yang memiliki visi dan komitmen tinggi terhadap kesinambungan bisnis koperasi lima garuda. Koperasi ini menempatkan pengurus dan karyawan yang memiliki kompetensi dan pengalaman di berbagai bidang lembaga keuangan diIndonesia, menggunakan sistem manajemen dan informasi yang berkualitas handal. Para pengurus koperasi lima garuda juga memiliki kompetensi dan pengalaman yang luas diindustri keuangan mikro antara lain perbankan atau organisasi non pemerintahan.



3.2 Organisasi
Internal Koperasi Lima Koperasi cabang Depok
-         Pemiik koperasi      : Surahmat
-         Direktur umum       : Fadri Effendi
-         Direktur Kepala      : Ian



Instansi yang  bekerja sama dengan Koperasi Lima Garuda
-         Beringin Live
-         Takaful
-         Notaris Wahyu Iswadi

Target Utama Koperasi
Meminjamkan pinjaman kepada nasabah sekitar 50 juta sampai 500 juta.

Struktur Organisasi Koperasi

3.3  Visi dan Misi
Visi
Menjadi lembaga keuangan pilihan dengan standar bank yang dinamis dan terpecaya
Misi
1.     Menyediakan dan mengembangkan pelayanan keuangan yang inovatif dan berkualitas bagi masyarakat kecil.
2.     Membina kerja sama saling menguntungkan dan meningkatkan akses permodalan bagi masyarakat kecil.
3.     Membangun kepercayaan masyarakat kecil dengan perilaku etika dan prinsip kehati-hatian.
4.     Menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan meningkatkan produktifitas kerja dengan semangat kekeluargaan.

3.4 Produk-Produk yang Dihasilkan
·         Kredit Multi Guna (KMG) difokuskan kepada masyarakat yang mata pencahariannya adalah Home Industry, Perdagangan, dan Jasa yang sangat berpotensi untuk dibiayai dengan agunan berupa sertifikat tanah dan bangunan atau BPKB Kendaraan Bermotor.
·         Kredit Kesejahteraan Karyawan (KKK) merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan kepada karyawan perusahaan untuk keperluan modal kerja dan keperluan konsumtif seperti pembelian barang elektronik, kendaraan bermotor, dan sebagainya.
·         Simpanan Harian (SIHARI) merupakan produk tabungan dari KOPERASI LIMA GARUDA dengan bunga yang menarik dan dapat ditarik sesuai dengan keinginan.
·         Simpanan Berjangka (SIJANGKA) merupakan produk tabungan dari KOPERASI LIMA GARUDA dengan bunga yang lebih tinggi dari SIHARI dan jangka waktunya bervariasi.

Tujuan pendirian
menjadi solusi intelektual dan finansial bagi masyarakat kecil pada khususnya dan masyarakat menengah pada umumnya dengan menyediakan produk-produk keuangan yang inovatif dan standar layanan perbankan di Indonesia yang di dasari oleh perilaku etika semangat kekeluargaan dan prinsip kehati-hatian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitrnya.
Nilai-nilai pendirian
·        teamwork : saling percaya, keterbukaan, kerjasama, peduli, apresiasi, dan kekeluargaan
·        integrasi komitmen, jujur, bermodal, beretika dan bertanggung jawab
·        profesionalisme : kehati-hatian, disiplin, orientasi pada nasabah dan orientasi pada kualitas kerja



BAB IV
PENUTUP

4.1 kesimpulan
Hasil Dari Observasi koperasi yang Kami Lakukan Yaitu Bahwa Koperasi Lima Garuda meminjamkan modal kepada yang ingin mulai membuka usaha, tetapi koperasi Lima Garuda tidak sama dengan bank yang mengambil keuntungan banyak dari peminjam. Koperasi Lima Garuda ini memberikan jasa-jasa yang diberikan dengan nama-nama unik, yaitu : Kredit Multiguna (KMG), Kredit Kesejahteraan Karyawan (KKK), Simpanan Harian (SIHARI).

4.2 Saran

Saran untuk Koperasi Lima Garuda sebaiknya informasi Koperasi Lima Garuda membuat iklan/semacam memberikan informasi kepada masyarakat tentang adanya koperasi Lima Garuda sebagai koperasi jasa yang memberikan modal kepada masyarakat yang mau mulai usaha. Pelayanan Koperasi Lima Garuda lebih ditingkatkan lagi agar masyarakat lebih nyaman & puas dengan pelayanan yang ada di Koperasi Lima Garuda.

Senin, 12 Januari 2015

TEORI ORGANISASI UMUM

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini tentang usaha kecil menengah.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas perkuliahan Teori Organisasi Umum. Selain hal itu, makalah ini dibuat sebagai suatu kajian terhadap salah satu usaha yang ada saat ini, sehingga dapat dijadikan suatu referensi bagi para pembacanya.

Rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kami ucapkan kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang turut membantu agar terselesaikannya makalah ini.

Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan karena keterbatasan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membantu demi sempurnanya makalah ini. Akhir kata, kami mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.














                                                                                    Depok, 24 November 2014




                                                                                                            Penulis
DAFTAR ISI

BAB I
 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………………………………….............…...……………….. 4
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………......………………. 4
1.3 Tujuan Pembahasan …………………………………………………….......…… 5
1.4 Manfaat Penulisan ……………………………………………………………....... 5
1.5 Batasan Masalah ………………………………………………………….......….. 5

BAB II
PENDEFINISIAN
2.1 Definisi UKM……………………………………………………........................ 6
2.2 Jenis-Jenis UKM …………………………………………............................. 6

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Biografi ..................................................................................... 7
3.2 sejarah ...................................................................................... 7
3.3 Hasil Kunjungan ........................................................................ 8-13

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan ............................................................................... 14
4.2 Saran ......................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 15




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Seiring dengan kemajuan zaman, telah banyak terjadi perubahan di sekitar kita. Salah satunya adalah persaingan dalam dunia bisnis yang  sedemikian ketat, hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya perusahaan sejenis yang menawarkan jenis produk yang hampir mirip. Contoh persaingan yang terjadi dapat dilihat pada produk kasur, kasur merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang dan kasur merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi selain kebutuhan pokok. karena banyaknya persaingan tersebut, maka perusahaan saling berlomba-lomba untuk menciptakan produk kasur yang bermutu dan berkualitas tinggi.
Dalam sehari, manusia butuh tidur sekitar tujuh sampai delapan jam. Salah satu tujuannya untuk mengembalikan stamina. jika tidak tidur dalam 24 jam, daya tubuh menurun. masyarakat yang tinggal di kota-kota besar dituntut untuk bekerja keras sepanjang hari sehingga pada malam harinya mereka ingin memaksimalkan waktu untuk beristirahat dengan nyaman.
Dengan melihat kesadaran masyarakat yang cukup tinggi terhadap kenyamanan saat beristirahat, maka banyak permintaan kasur yang bermutu dan berkualitas tinggi di pasar. dengan banyaknya pilihan kasur maka calon pembeli atau konsumen kasur juga akan lebih banyak pertimbangan. konsumen akan membeli kasur yang keunggulannya banyak dengan harga yang relatif lebih murah.

1.2 Rumusan Masalah
      Dari uraian di atas timbul beberapa pokok permasalahan berkaitan dengan usaha kasur ini, yaitu:
1. Apa saja keinginan konsumen dalam membeli sebuah kasur?
2. Masalah apa saja yang dihadapi saat menghadapi konsumen?
3. Bagaimana cara mendapatkan sebuah kasur lalu menjualnya kepada konsumen?



1.3 Tujuan Pembahasan
1. Agar pembaca bisa lebih mengerti maksud dan kegunaan dari kasur.
2. Pembaca mengerti bagaimana cara berwirausaha jenis kasur.
3. Pembaca bisa mengetahui apa saja macam-macam keinginan kasur yang diminati konsumen.

1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaa tpenulisan makalah ini adalah :
1.Bermanfaat sebagai suatu proses belajar dalam berwirausaha.
2.Dapat mengkaji lebih dalam tentang jenis kasur yang diminati konsumen.
3.Bermanfaat sebagai suatu proses belajar untuk mengetahui cara berwirausaha.
4.Untuk menambah pengetahuan tentang fungsi dan kegunaan dari kasur.

1.5 Batasan Masalah
Dari hasil wawancara kami, ternyata kami mendapatkan suatu masalah yang yang sangat mengejutkan, ternyata penjual telah berkejasama dengan teman, lalu beberapa saat kemudian, temannya pergi dan meinggalkan semua usahanya kepada penjual dan juga menyerahkan hutang temannya kepada penjual, dengan ini kami menyimpulkan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana caranya usahanya tetap bertahan bahkan tetap maju hingga sekarang ini?
2. Bagaimana cara mendapatkan kasur?
3. Bagaimana cara mengahadapi konsumen?



BAB II
PENDEFINISIAN

2.1 Definisi UKM
Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha Kecil Menengah (UKM), diantaranya Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), Badan Pusat Statistik (BPS), Keputusan Menteri Keuangan No 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994, dan UU No. 20 Tahun 2008. Definisi UKM yang disampaikan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Menurut Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), bahwa yang dimaksud dengan Usaha Kecil(UK), termasuk Usaha Mikro (UMI), adalah entitas usaha yang mempunyai kekayaan bersih paling banyak RP. 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000. Sementara itu, Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga Negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersi lebih besar dari Rp. 200.000.000 s.d Rp. 10.000.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan.
2.2 Jenis – jenis UKM
Dalam perspektif perkembangannya, UKM dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok yaitu :
1.     Livelihood Activities, merupakan UKM yang digunakan sebagai kesempatan kerjauntuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sector informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.
2.     Micro Enterprise, merupakan UKM yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan.
3.     Small Dynamic Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor.
4.      Fast Moving Enterprise, merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Biografi

Nama Pemilik          : Edi Budiman
Umur                         : 38 Tahun
Alamat                       : Jalan Taman Kota Puri Jaya, Pasar Kemis, Tangerang
Tahun Berdiri          : 2009
Nama Toko              : Galileo Foam

3.2 Sejarah
            Sebelum berdirinya usaha ini, bapak Edi bekerja sebagai supir taksi bandara, kemudian seorang temannya mengajak kerja sama untuk menanam modal bersama sebesar 50juta untuk usaha kasur busa pada tahun 2009. Pada awalnya usaha ini berjalan dengan baik namun setelah 6 bulan kemudian rekan usahanya menghilang dan meninggalkan banyak hutang, sehingga bapak Edi harus menanggung seluruh utang tersebut. Saat itu bapak Edi merasa gagal menjalani usahanya namun dengan sabar beliau bangkit dan meneruskan usahanya sendiri dengan tetap menyelesaikan utang-utang yang ditinggalkan rekan usahanya tersebut hingga selesai. Atas kesabaran dan kegigihan beliau menjalankan usahanya akhirnya membuahkan hasil dan dapat menjalankan usaha dengan lancar hingga sekarang.





3.3 Hasil Kunjungan


Dalam menjalankan usahanya tersebut Bapak Edi menjual kasur siap pakai yang beliau beli dari PT. INOAC lalu beliau membuat covernya agar terlihat lebih menarik dengan berbagai macam animasi maupun motif.


PRODUK-PRODUK YANG DIHASILKAN
Produk- produk yang dihasilkan oleh usaha ini yaitu :
·        Kasur ukuran 1, 2, 3, 4
·        Kasur lipat
·        Sofa bed
·        Cover kasur
·        Bantal
·        Guling
·        Sarungbantal / guling


PORSI PENJUALAN
Dalam sehari, usaha dari Bapak Edi ini bisa menjual produknya 5 – 20 piece. Dalam sebulan, bisa terjual ± 400 piece.
Jika ada orderan dari selain individu (pesantren, asrama, wisma, atau pedagang yang ingin menjual lagi) maka bisa terjual 20-50 piece.

HARGA JUAL
 Kasur
Ukuran
1
1,3 juta
2
1,2 juta
3
1,1 juta
4
1 juta
Kasur Lipat
-
400ribu
Sofa Bed
-
1,6juta
Guling
-
40ribu
Bantal
-
30ribu



PEMASARAN
Menjual secara langsung di toko dan melalui website

SEGMEN PASAR
Pabrik→ Pemilik Usaha → konsumen (individual, pedagang/reseller, pondok pesantren, wisma)

CARA JUAL
Satuan dan partai

MODAL USAHA
Rp. 50.000.000,-

PENGHASILAN
Bapak Edi bisa mendapatkan keuntungan 80-90 juta perbulan. Dalam sehari bisa mendapatkan keuntungan  -/+ 3juta.

GAJI KARYAWAN
Karyawan tetapnya Rp. 700.000,- perbulan, jika Bapak Edi memerlukan karyawan tambahan yang di perlukan saat banyak orderan maka Bapak Edi memanggil karyawan lepas untuk membantunya dan digaji Rp. 50.000,- perhari.


Agar lebih ringkas saat kasur akan di kirim atau dijual, maka kasur akan di kempiskan dengan alat yaitu vacuum. Caranya pertama kasur di masukan ke dalam plastik yang sesuai dengan ukurannya, lalu kemas secara menyeluruh dan sisakan sedikit celah untuk selang vacuum. Setelah selesai ikat bagian celah yang sebelumnya digunakan untuk selang vacuum.




BAB IV
PENUTUP

4.1 kesimpulan
            Hasil Dari Observasi Ukm yang Kami Lakukan Yaitu Bahwa Toko Galileo Foam ini menjual Produk Rumah Tangga yaitu Kasur yang dimana kasur ini adalah kebutuhan sekunder. Toko Galileo ini Menjual Kasur dengan bahan dasar Foam Atau busa. Di Toko ini dijual berbagai Macam jenis Kasur seperti : Kasur SpringBed/biasa, Kasur lipat, Sofa bed, Guling dan Bantal. Di sini kisaran harganya lumayan terjangkau mulai dari  Rp. 30.000,- sampai dengan Rp.1.600.000,-. Omset Perbulan yang dimiliki toko ini mencapai 80-90 juta perbulan.

4.2 Saran
            Saran untuk Toko Galileo foam yaitu agar meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan dan membuat Produk lebih Kreatif agar beda dari yang lain karena Dalam suasanan persaingan yang semakin kompetitif , keberadaan UKM dituntut untuk dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Maka dari itu pelayanan , fasilitas , kenyamanan , keamanan dan kebersihan harus terus ditingkatkan agar konsumen dapat merasa puas , dan dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam memenuhi suatu tujuan promosi UKM.




DAFTAR PUSTAKA


http://infoukm.wordpress.com/