Wajah Negeriku
Setelah 70 tahun kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini sepertinya negeri ini masih
belum pada posisi yang dicita-citakan para pejuang kemerdekaan. selama 70 tahun tersebut Negeri ini mengalami
berbagai peristiwa pasang surutnya perjalanan sebagai sebuah proses untuk
menuju Bangsa yang besar dan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi sejarah
mengisi lembaran-lembaran yang tidak akan penuh oleh coretan tinta layaknya
sebuah buku cerita berepisode.
Setiap
cerita selalu dihiasi dengan warna yang mana warna tersebut ada terang, kelam,
putih, hitam dan berjuta-juta warna yang tak mampu tuk kutulis..jika saja boleh
negara diilustrasikan kedalam cerita yang memiliki banyak warna pastilah bangsa
ini telah melewati masa kelam dan hitamnya sebuah proses berdirinya negara ini,
lantas warna apakah yang menghiasi indonesia saat ini? tidak ada warna yang
tepat untuk menggambarkan keadaan saat ini.
Indonesia
yang selalu kita dengar sebagai negara yang
melimpah sumber daya alamnya, kaya akan keanekaragaman budayanya, santun
dalam etika masyarakatnya dan masih banyak lagi kata-kata indah sebagai
gambaran dari bangsa ini. Pertanyaan terbesarnya adalah, sudah adakah keserasian
dengan apa yang terjadi saat ini???
Dimana -
mana terjadi banjir dan bencana alam sebagai hasil dari buah tangan kita
sendiri, kemiskinan masih sebagai selimut berjuta-juta rakyat indonesia,
pendidikan masih menjadi sesuatu yang bernilai mahal harganya, krisis moral dan
kepercayaan merebak bak jamur yang tumbuh dimusim penghujan, tindakan anarkis
kerap menjadi pilihan dalam mengatasi masalah yang sebenarnya semuanya memiliki
payung hukum, pelaku korupsi tumbuh pesat seolah-seolah menjadi trend yang
sangat sayang jika tidak diikuti, pengangguran masih menjadi permasalahan
klasik yang belum terselesaikan sebagai efek dari tidak berimbangnya
antara jumlah penduduk dengan
tersedianya lahan kerja dan menjadi TKI ilegal MUNGKIN adalah pilihan
"cerdas" yang tidak berkualitas ditengah-tengah rumitnya sebuah
birokrasi dan minimnya pilihan untuk dapat hidup dengan layak, sekalipun
berita-berita menyesakkan tentang nasib TKI masih menghiasi di berbagai media.
Layaknya
wajah kelam dari seorang bidadari yang terkungkung dalam istana yang megah yang
tertulis di dalam sebuah cerita-cerita dongeng, mungkin seperti itulah wajah
negeri ini..kapan pena ini memihak kita untuk
kau tuliskan keindahan dan mengakhiri penderitaan sang bidadari?
sayangnya kita tidak hidup di negeri dongeng yang dengan mudah mengubah alur
cerita, namun kita hidup di dunia nyata dimana proses panjang adalah sebuah
keharusan, untuk mengubah paragrap demi paragrap cerita kehidupan.
SUMBER :
http://makalahproposal.blogspot.com/2014/05/artikel-bahasa-indonesia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar