Sabtu, 23 Januari 2016

SAHABAT ITU UNTUK SELAMANYA BUKAN UNTUK SESAAT

Pagi yang indah untuk 6 orang sahabat yang sedang berbincang-bincang di kantin sekolah.
“Reva ke mana kok belum datang jam segini?” ucap Febri sambil melirik jam tangan yang ada di tangannya.
“mungkin masih ada di depan kali!” jawab Pipit.
“ya mungkin dan bisa jadi!” kata Febri.
“tapi guys, akhir-akhir ini seperti ada yang aneh dengan Reva akhir-akhir ini!” ucap Anggun.
“aneh bagaimana?” kataku sambil berlagak bingung.
“ya aneh, mulai dari sikapnya ke kita, cara bicaranya ke kita semuanya tuh kayak aneh, dia nggak kayak dulu banget!” jelas Anggun.
“enggak Nggun, sebenernya nggak gitu.” ucap Tita sambil memakan stick favoritnya.
“terus gimana dong ceritanya?” tanya Anggun. “jadi gini sebenernya Reva itu marah karena kamu sama Pipit punya baju couple, tapi dia itu pengennya semua dari anggota sahabat kita itu baju couplenya itu sama.” jelas Tita.
“ya ampun, jadi hanya karena baju couple?” kata Pipit. “ya bagaimana bisa kita semua memakai baju yang sama, orang yang kemarin itu cuma tinggal 2!” jelas Anggun pada Tita. Reva datang dan langsung duduk di sebelahku.
“hai guys!” sapanya sambil tersenyum. “hai!” ucap kami semua bersamaan.
“haduhh, sorry ya aku telat ini gara-gara adikku Diyan!” ucapnya.
“kok bisa gara-gara Diyan, Rev?” tanya Pipit.
“ya iyalah tadi aku nungguin dia di depan rumahnya sampe setengah jam, eh ternyata dia udah berangkat bareng temennya gimana nggak kesel coba!” jelas Reva.
“Rev, kita mau bicara sesuatu sama kamu!” ucap Anggun. “apa?” kata Reva.
“bener kamu marah ke kita gara-gara aku pake baju couple sama Pipit?” tanya Anggun.
“nggak kok.” ucapnya sambil seolah-olah dia tak pernah memikirkan hal itu.
“aku serius, kalau kamu nggak mau jujur juga nggak apa-apa kok.” kata Anggun.
“siapa yang bilang ke kamu, Nggun?” tanya Reva. “banyak kok yang bilang kayak gitu.” ucap Anggun.
“pasti Tasya ya kan Nggun.” ucapnya sambil memandangiku dengan sinis.
“kok jadi aku sih, kamu aja nggak pernah cerita apa-apa sama aku. Kenapa jadi aku yang disalahin Rev?” kataku yang sudah mulai emosi. “ya iyalah, kamu bilang kayak gitu supaya aku nggak gabung sama kalian lagi iya kan?!” ucap Reva dengan nada tinggi.
“Rev, kalau bicara itu dipikir dulu dong jangan main ceplas-ceplos aja, kamu pikir aku ember apa?” ucapku dengan emosi yang sudah tidak bisa terbendung lagi. “kayaknya kalian semua pengen persahabatan kita cuma sampai di sini aja ya?” kata Reva. “eh Rev, persahabatan itu selamanya bukan cuma sesaat!” kata Febri yang juga sudah emosi terhadap sikap Reva yang terlalu berlebihan. “alahh, pasti itu semua cuma akal-akalan Tasya doang supaya aku ke luar dari persahabatan ini kan?” tuduh Reva lagi.
“Rev, kalau ngomong yang bener dong!” ucapku dengan nada tinggi.
“alahh, kamu kayak gini gara-gara kamu suka sama kakakku kan? kalau kamu suka sama Kak Reza ngomong aja!” ledek Reva. “Rev, ini semua nggak ada hubungannya sama Reza ya, asal kamu tahu!” ucapku.
“ya udah oke fine, aku ke luar dari persahabatan ini!” ucap Reva dan langsung pergi meninggalkan kami semua.
“Sya udah, Reva emang kayak gitu kamu tenang ya!” kata Anggun sambil menenangkan aku.
“iya aku ngerti kok, yang penting sekarang kita tahu gimana sifat Reva yang sebenernya!” ucapku sambil menenangkan diriku sendiri. “sekarang, sebaiknya kita jaga persahabatan kita, karena kita adalah sahabat selamanya bukan sahabat sesaat!” kata Febri. “setuju!” ucap kami semua hampir bersamaan.
Setelah kejadian itu akhirnya kami mengerti sebenarnya sahabat yang baik bukanlah sahabat yang selalu mengutamakan emosi dan kepentingan dirinya sendiri. Tapi sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu bisa mengerti satu sama lain dan bisa menjaga perasaan satu sama lain. Karena, “Sahabat Itu Untuk Selamanya Bukan Untuk Sesaat Saja.”

AKHIR SEBUAH MIMPI

Aku tidak tahu dari mana semua berawal. Jatuh, rapuh, kecewa, dan bahagia. Ya, itulah hidup. Ada baik ada pula yang buruk. Ada hitam dan ada yang putih. Ada manis dan ada pula yang pahit. Bayangkan apabila si manis dan si pahit saling berkolaborasi, aku yakin semua akan terasa indah. Dan terlengkapi tentunya. Bukankah semuanya diciptakan untuk saling melengkapi? Ketika jatuh, bangkitlah. Lihatlah ke depan. Masih panjang jalan yang akan dilalui. Untuk menjemput sebuah impian. Kadangkala apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh. Begitu pula yang terjadi pada diriku. Aku menyukai sastra. Menulis karangan bebas salah satunya. Apa yang salah menjadi seorang penulis? Orangtuaku meragukan itu. Menjadi penulis tidaklah mudah. Merangkai kata menjadi sebuah kalimat kemudian menyusunnya menjadi paragraf, rumit.
“Sayang, cepat keluar Mas Andra sudah menunggu!” teriak mama dari luar kamar. Satu hal yang membuatku sebal. Mendengarkan Mas Andra yang berceloteh tentang rumus-rumus fisika dan matematika membuatku sedikit frustasi. Aku tidak menyukai itu semua! “Jadi kalau soalnya begini harus memakai rumus ini. Paham dek?” tanyanya.
“Iya.” jawabku singkat. “Cukup sampai di sini pelajaran kita. By the way, besok ada acara? Makan yuk, aku yang traktir deh.” ajaknya kemudian. “Oke Mas” jawabku. Kemudian Mas Andra pamit pulang.
Rumus-rumus tersebut cukup membuatku pusing. Kuambil laptop kesayanganku kemudian mencoba merangkai banyak kata menjadi kalimat yang tepat. Entah kenapa aku sangat menyukai hal ini. Aku tidak ingin bakatku terbuang sia-sia karena menuruti kedua orangtuaku. “Anin, Mama boleh masuk?” suara ketukan pintu mengagetkanku. Mama kemudian memasuki kamarku. “Kamu ngapain sayang?” tanyanya sembari mengelus-elus rambutku. “Lagi nulis.” jawabku singkat.
“Kenapa sih kamu membuang waktumu untuk menulis hal-hal konyol? Lebih baik kamu membaca buku. Ini mama beliin kamu buku.” mama menyodorkan buku yang sedikit tebal. Tertulis di sana Pedoman Awal Kedokteran.
“Percuma Mama beliin aku buku seperti ini. Itu semuanya nganggur. Bahkan belum ku jamah sama sekali.” jawabku yang kemudian menunjuk rak buku di sudut ruangan kamarku. “Kenapa sih kamu tidak pernah mendengarkan Mama sama Ayah? Sudah merasa tidak butuh Mama sama Ayah hah?” Tanya mamaku sambil menahan gejolak dalam hatinya.
“Bukan seperti itu. Mama tolong biarin Anin sendiri,” pintaku kepada mama. Kemudian tanpa bicara sepatah kata pun mama beranjak ke luar dari kamarku. Selalu seperti ini, batinku.
Sore ini aku mengunjungi salah satu tempat makan untuk menemui Mas Andra. “Maaf telat.” ucapnya kemudian duduk berhadapan denganku. “Aku pesan minum dulu sama makan. Kamu mau pesan apa?” tanyanya sopan. “sama seperti Mas Andra saja” jawabku kemudian. Mas Andra segera beranjak untuk memesan makanan. Mas Andra, anak sahabat ayahku yang sekarang mendalami ilmu kedokteran di salah satu PTN yang ternama di kotaku.
“Dek, kalau Mas lihat kayaknya kamu tidak suka IPA ya?” tanyanya hati-hati.
“Iya memang. Tidak ada niatan untuk masuk jurusan IPA. Semua terjadi karena permintaan Mama dan Ayah. Mereka tidak menyukai bakatku. Sehingga mereka memaksaku untuk terjun pada bidang yang sama sekali tidak aku sukai” tanpa sadar aku menceritakan apa yang ku rasakan kepada lelaki ini. Sambil sesekali ku sesap jus alpukat yang dipesan Mas Andra.
“Lantas hal apa yang kamu sukai?” tanyanya balik.
“Aku suka menulis karangan, aku suka bernyanyi dan aku suka bermain piano” jawabku.
“Mamanya adek selalu bilang ke Mas kalau kamu menguasai beberapa bahasa asing. Hebat kamu!” pujinya yang membuatku tertunduk malu. “Menurut Mas kamu harus buktikan kepada mereka kalau kamu bisa membuat sesuatu yang membanggakan dari bakatmu. Seperti membuat buku. Atau mungkin kamu bisa daftar sanggar musik di kota ini. Dengan seperti itu mereka bisa paham Dek” lanjutnya panjang lebar.
“Aku takut Mas kalau pada akhirnya aku gagal. Bukan bikin bangga mereka malah sebaliknya” jawabku menunduk.
“Hei, bagaimana kamu bisa tahu kalau kamu gagal? Kamu belum mencoba Dek. Percaya pada dirimu sendiri. Jadilah seperti matahari, ia tetap mengeluarkan sinarnya walaupun tidak sedikit orang yang menentangnya” ucapnya diiringi senyuman hangat. Kata-kata itu seakan menjadi suntikan sebuah semangat dalam diriku.
Ku rangkai hasil tulisanku menjadi satu kemudian aku bawa di salah satu penerbit buku di kotaku. Selain itu, aku juga mendaftar salah satu sanggar musik yang cukup ternama. Keahlianku dalam menguasai beberapa bahasa asing membuatku terdaftar menjadi guru di salah satu bimbingan belajar. Hitung-hitung kerja sambilan. Toh kerjanya juga waktu sore.
“Mama dengar kamu masuk sanggar musik? Mau jadi apa kamu? Pemusik? Atau penulis hah?” baru kali ini mama membentakku. Hal seperti ini dipermasalahkan? “Mama, apa aku harus mengorbankan impianku demi Mama?” tanyaku balik dengan mata berkaca-kaca. Air mata mendesak ingin segara ke luar. “Sekarang kamu pergi dari sini! Cepat!” bentak mama. Aku beranjak dari sofa kemudian masuk ke kamar dan memasukkan beberapa pakaian dan laptopku ke dalam tas. Hatiku hancur. Tidak pernah mama seperti ini. Mama tega. Air mata membanjiri pipiku. Kemudian ku langkahkan kaki pergi dari sini.
Sementara waktu aku menginap di rumah Mas Randy atas izin orangtuanya. Ku lihat handphone-ku dan membuka salah satu pesan. Kemudian aku tersenyum puas. “Mas Andra, bukuku siap dipasarkan. Satu hal lagi, aku diundang salah satu group orchrestra yang ternama di kota ini untuk memainkan piano solo” mataku berbinar-binar saat itu.
“Kamu hebat, Mas yakin pasti orangtuamu bangga kepadamu” ucapnya sembari mengacak-acak rambutku.
Menjadi pianis solo dalam acara ini membuat kagum para penonton. Ditambah lagi launching novel pertamaku yang berjudul Akhir Sebuah Mimpi berjalan dengan lancar. Andai mama dan ayah di sini, batinku. Ku lihat di sudut ruangan seseorang yang sangat aku kenali tersenyum bangga ke arahku.
“Semua ini aku persembahkan untuk Mama dan Ayahku,” ucapku di depan panggung. Air mata kembali menetes. Kemudian aku menuruni panggung dan berjalan ke arah mereka. “Maafkan Mama dan Ayah sayang” ucapnya kemudian memelukku.
Bahagia menyelimutiku saat ini. Impianku dan kasih sayang orangtuaku telah berpihak kepadaku. Dari jauh ku lihat seorang lelaki memakai jas mengacungkan dua jempol ke arahku dan tersenyum hangat. Terima kasih Mas Andra, batinku.

TETAP DI DALAM JIWA

2 tahun lebih aku menjalani asmaraku dengan orang yang sangat aku sayangi kita melalui hari-hari yang indah bahkan aku menjadi tempat bersandar di saat dia terpuruk rapuh. Dia begitu sabar, pengertian, tanggung jawab, pekerja keras, perhatian, dan semua hal baik ada pada dirinya dia adalah Ari. Malam itu Ari datang untuk menjemputku kita berencana untuk dinner di suatu kafe di daerah Malang. Tangan lembutnya tiba-tiba mengusap rambutku yang terurai. “Ma, aku sangat mencintaimu bahkan aku sangat takut kehilanganmu.” kata itulah yang terucap dari mulutnya. Aku tak bisa berkata apa-apa hatiku begitu senang mendengar semua itu.
Waktu itu tanggal 12 juni 2015 tepat hari ulang tahunnya aku memberikan kue untuknya, wajah bahagia mulai terpancar dari senyumnya. Tiba-tiba dia mendekatiku dia mencium keningku dengan penuh kasih sayang. Aku selalu merasakan bahwa Ari benar-benar masuk dalam hatiku. Suatu hari aku berdebat hebat dengannya, biasanya dia yang selalu mengalah demi aku tapi waktu itu sama sekali dia tak mempedulikanku lagi.
“Udah ya kamu jangan sedih, mungkin Ari lagi sibuk kerja.” kata sahabatku mencoba menghiburku.
“Dia itu gak pernah gini sama aku, dia tuh gak pernah biarin aku lama marah-marah, dia selalu minta maaf setiap kita bertengkar, tapi sekarang apa?” sambil menahan air mata aku mengungkapkannya pada sahabatku.
Setelah beberapa hari aku dan Ari tidak ada kontak sama sekali. Hatiku bertanya-tanya ada apa semua ini kenapa dia tega sama aku kenapa dia tega membiarkan aku seperti ini, mungkinkah dia telah melupakanku? Dan aku menjalani hari-hariku dengan teman-teman yang selalu ada untukku. Suatu malam tiba-tiba aku mendengar hp-ku bunyi betapa terkejutnya aku ternyata Ari meneleponku. “Ma, maafin aku ya udah buat Mama nunggu, maafin aku juga ya Ma udah bikin Mama kecewa, aku sayang Mama, aku gak mau kehilangan Mama, maafin aku ya Ma.” kata itulah yang aku dengar di telepon genggamku.
“iya Pa, aku juga minta maaf ya aku terlalu egois Pa” kata itu yang terucap dari mulutku.
Aku merasa bahwa hubunganku akan baik-baik saja seperti dulu yang ada malah semakin romantis dan bahagia. Ternyata apa yang aku pikirkan salah, salah besar. Malam itu aku BBM dia. “Pa lagi apa, lembur kah?” tanyaku pada Ari. “Enggeh Ma, aku tinggal lembur dulu ya” jawab Ari.
Memang percakapan itu baik-baik saja, Tapi setelah aku membuka media sosialnya Ari aku begitu terkejut. Aku masih mencoba menyelesaikan ini dengan baik-baik dan aku coba tanyakan ke dia.” Pa aku kok ngerasa jauh ya dari kamu, aku gak pernah ngerasa sejauh ini Pa sama kamu” pertanyaan itu terlontar dari mulutku. Dengan gampangnya dia menjawab. “biasa aja.” Hati ini tiba-tiba terasa sakit, ingin rasanya aku mengungkapkan semua yang aku rasakan saat itu. Tapi aku masih mencoba untuk menanyakannya lagi. “Pa jujur ya sebenernya ada apa?” tanyaku lagi. “gak apa-apa” jawab dia. Akhirnya aku mencoba menelepon dia tapi apa yang dikatakan. “ngapain telepon aku.” jawaban yang begitu singkatnya berhasil melukai hatiku. Aku memutuskan untuk tidak berhubungan beberapa hari.
Tapi yang terjadi dia menghubungiku pertamanya aku begitu senang mengangkat telepon darinya, tapi malah hinaan dan cacian yang aku dapat. Dia telah berubah gara-gara perempuan yang baru dia kenal, yang baru masuk dalam hidupnya dia tega membuatku sakit hati, membuatku menangis, bahkan kata-kata yang kasar ke luar dari mulutnya tak bisa ku lupakan. Aku coba BBM dia untuk ngejelasin semuanya tetap aja hanya hinaan dan cacian yang aku dapatkan. “Suatu saat kamu bakalan ngerti sendiri mana yang benar dan mana yang salah, kamu sekarang masih emosi.” dengan hati yang penuh luka, aku ucapkan semua itu padanya, tepat tanggal 25 Oktober saat ulang tahunku yang ke-17 kurang 2 hari dia menyayat hatiku begitu dalam, aku sangat membencinya, aku sangat kecewa dengannya.
“Dit, mungkin Ari mau nyiapin Ulang tahun buat kamu.” salah seorang temanku mencoba meyakinkanku.
“gak mungkin ta, gak mungkin dia tuh gak pernah setega ini sama aku” dengan sedikit napas yang tersengal-sengal aku mengatakan itu.
Kaget, gugup, bingung kejutan pun datang tepat tanggal 27 oktober 2015 saat ulang tahunku aku kira itu kejutan yang akan membuatku bahagia ternyata Ari meneleponku hanya untuk mencaci maki, menghina bahkan dia melakukannya tepat pada ulang tahunku. Dia melukai perasaanku begitu dalam, begitu perih bahkan aku tak berdaya. Aku membencinya, aku sangat membencinya, aku sangat ingin menampar dia.
Tapi apa dayaku mungkin ini memang garis yang udah Tuhan rencnakan buatku, aku mencoba memotivasi diriku dan aku bisa menjalani hari-hari dengan sahabat-sahabatku tanpa Ari di hidupku. Satu bulan kemudian tiba-tiba dia datang meminta maaf atas semua kesalahannya, tapi tak semudah itu mungkin aku memaafkan semuanya tapi untuk kembali hati ini sudah tak bisa lagi, luka yang Ari berikan sudah terlalu sempurna untukku. Mungkin aku merindukanmu tapi aku lebih membencimu. Jadi apa pun kamu dalam hidupku yang jelas kamu telah menulis cerita di hidupku.

CINTA ELEKTRONIK

Malam ini aku bersumpah untuk jadi orang paling cuek di dunia. Habis makan malam aku langsung masuk kamar dan mengunci pintu, dan segera saja setelah memasang musik teman belajar. Aku menyiapkan alat yang besok harus aku bawa ke sekolah, mulai buku-buku tebal, buku catatan, dan alat tulis. Ketika aku memindahkan semua isi tasku, aku baru menyadari ada yang kurang. Aku naik ke atas kasur dan meraba-raba rak buku yang sulit untuk aku jangkau.
“Ah, iya mungkin terselip di bawah bantal.” kemudian aku dengan segera duduk di atas kasur, dan mulai mengangkat semua bantal dan melemparkannya ke lantai. “Aduh, di mana ya.. kok gak ada?” Flashdisk itu selalu ada di tasku dan tadi sore aku gak ngeluarin flashdisk itu.
Sekian banyak wajah dan nama yang berseliweran di kepalaku. Mulai dari trio jahil, 3 cewek paling jahil di kelas, terus Tia si tukang gosip, sampe si Citra temen sebangkuku, yang selalu pengen tahu urusan orang. Tapi ada satu orang yang gak bisa aku terima, jika saja flashdisk itu memang dia yang ngambil, dia Bagus si es krim, julukanku untuknya. Malam ini aku lewati dengan penuh rasa penasaran, entahlah mungkin flashdisk itu terjatuh atau mungkin aku yang lupa meletakkannya. Alhasil belajar pun tak konsen dan akhirnya aku memutuskan untuk tidur. Mungkin besok aku akan datang lebih awal ke sekolah untuk mencari flashdisk itu.
Keesokan harinya, jreng jreng di luar dugaanku, kenapa makhluk-makhluk ini udah pada memenuhi isi ruangan. Aku melirik jam dinding, nah loh ini kan baru jam 6.00. Duh misi gatot kaca, gagal total karena cacat, mereka ngapain sih sibuk banget gitu. “Anggun, tugas bahasa Inggrisnya sudah? Cepat kerjakan, mau dapat nilai C lagi.” perintah seseorang dengan lembut yang lebih tepatnya masuk kategori perhatian.
“Duh iya.” menepuk jidatku dengan keras. Aku langsung masuk kerumunan anak-anak yang asyik melakukan aksi nyontek massal. Haaddeehhh.
Di tengah sibuk-sibuk menyalin aku baru ngeh kalau yang ngingetin aku buat ngerjain tugas tuh si Bagus, eh kok aneh yah, seorang yang bertanggung jawab sebagai ketua kelas, yang selalu berurusan dengan guru karena ulahku. Dia yang hanya berbicara seperlunya, sangat kaku dan dingin. Dia juga yang tidak pernah bersikap manis dan bertegur sapa denganku. Ckckckck. Untuk seper sekian detik kemudian, entah kenapa leherku reflek menoleh ke belakang, melihat ke arah Bagus.
Saat itu aku langsung memelototinya yang saat itu juga melihat ke arahku dan aku pun mengacungkan jari tengah kepadanya. Di luar dugaanku dia tersenyum, itu aneh sekali biasanya dia akan sangat cuek dan tidak peduli. Tapi sekarang, dia begitu manis saat tersenyum, senyum yang jarang ia sunggingkan. Ah sudahlah, daripada jantungku melorot melihat dia tersenyum lebih baik aku melanjutkan pekerjaanku, batinku mengingatkan.
Hari ini semuanya terasa berat, aku menyeret langkahku dengan malas-malasan menuju tempat parkir. Langkahku terhenti, aku teringat sesuatu, flashdiskku, bagaimana mungkin hal sepenting ini aku bisa lupa. Buru-buru aku mengambil langkah seribu untuk kembali ke kelas. Untunglah kelas sudah sepi, bisa leluasa nih nyarinya. Sudah ku periksa semuanya, ku periksa sudut-sudut kelas, ku bongkar semua isi laci milik teman-temanku. Dan nihil?
“Aduh, capenya.” keluhku.
“Anggun? Belum pulang?” aku dikejutkan oleh suara di belakangku.
“Nah, kamu sendiri, kenapa kamu masih di sini?” aku balik bertanya.
“Ada barang yang ketinggalan.” jawabnya lalu berjalan menuju bangkunya.
Dia sibuk merapikan kertas-kertas yang berserakan di mejanya.
Hmm.. lima menit sudah kami berdiam-diaman saja. Entah apa yang dia kerjakan, apakah hanya merapikan kertas-kertas itu sebegitu lamanya. Aku baru saja hendak berbicara namun dia mulai beranjak dari tempatnya. Aku terkesiap, mengatupkan kembali bibirku, tak jadi berbicara. Bagus berjalan ke luar, namun di depan pintu ia berbalik. “Apa ini milikmu?” mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Tak ada kata yang terucap dari bibirku saat ku ketahui apa yang dikeluarkan dari sakunya. Aku hanya bisa memanjatkan doa dalam hati, semoga saja dia tak melihat isi di dalamnya. Dia menyodorkan flashdisk itu ke arahku.
“Jadi ini sebabnya kau selalu membuat ulah di kelas.” katanya datar. Belum sempat aku menjawab, “Kau selalu cari-cari perhatian dariku, iya kan?”
“Heh? apa ini? kenapa kamu segitu PD-nya? Memangnya aku anak yang kurang perhatian dari orangtua sehingga mencari-cari perhatian darimu!” Jawabku sekenanya.
“Baiklah, kau tidak perlu melakukan itu lagi, karena mulai sekarang aku akan selalu memperhatikanmu.”
“Ak..ku…” Nah kan, serangan penyakit ga gu kambuh. Bagaimana ini? Aku ingin menyangkal dari fakta bahwa aku menyukainya, namun lidahku mendadak keluh. Ku palingkan wajahku dari matanya yang masih menatapku, ku rasakan wajahku memanas, pasti wajahku sudah seperti kepiting rebus.
Cukup lama kami berhadap-hadapan seperti ini. Setelah berhasil menetralisir wajahku, aku mengangkat kepala. Dia menatapku lekat-lekat, aku menatapnya penuh tanya. Apa ada yang salah denganku? Tiba-tiba ku lihat senyuman yang mengembang di bibirnya, begitu sukses membuatku tersenyum lebar. Pada akhirnya, tidak selamanya ceroboh itu merugikan.

Minggu, 17 Januari 2016

PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN PROPOSAL PEMBUATAN APLIKASI INFORMASI LOKASI PERGURUAN TINGGI DI JAKARTA

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil Penelitian
Pembuatan aplikasi seluler berbasis android OS untuk mengetahui lokasi tempat perguruan tinggi di daerah Jakarta. Dengan dukungan fitur gps dan internet di Android maka dapat menciptakan aplikasi yang dapat mengambil keuntungan dari kedua fitur. Jadi lebih mudah bagi calon mahasiswa untuk mendapatkan informasi perjalanan dan menemukan lokasi perguruan tinggi yang ada pada daerah Jakarta.

B.      Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan informasi seputar lokasi geografis, detail perguruan tinggi meliputi fitur telepon, sms, email, foto galeri. Sistem ini mampu menginventariasi lokasi-lokasi setiap tempat perguruan tinggi yang dituangkan dalam sebuah produk database dan peta pengembangan sektor perguruan tinggi. Penelitian mengenai pengembangan aplikasi interaktif sistem informasi lokasi perguruan tinggi di Jakarta berbasis android ini mampu memberikan infomasi lokasi tempat perguruan tinggi untuk membantu masyarakat umum atau calon mahasiswa dalam memperoleh informasi dalam lokasi secara detail, interaksi antara pengguna aplikasi dengan pengelola perguruan tinggi meliputi komunikasi secara langsung dengan beberapa metode yaitu telepon, sms, dan email.
Hasil dari penelitian ini dapat membantu dalam penentuan lokasi dan jalur-jalur terpendek untuk mencapai suatu lokasi perguruan tinggi.





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.      Kesimpulan
Aplikasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah untuk mempermudah masyarakat atau calon mahasiswa yang ingin kuliah tetapi tidak tahu dimana lokasi perguruan tersebut berada.
Adapun beberapa kekurangan dari aplikasi ini yaitu kurangnya informasi mengenai fasilitas atau sarana apa saja yang ada di perguruan tinggi, struktur organisasi yang ada di perguruan tinggi tersebut serta informasi yang ada pada aplikasi ini juga masih bersifat offline. Kekurangan lainnya yaitu penulis hanya memberikan informasi perguruan tinggi yang ada di Jakarta saja.

B.      Saran

Pada penulisan ini, penulis hanya memberikan informasi umum seputar alamat, akreditasi, fakultas dan jurusan saja. Sehingga masih kurangnya informasi mengenai apa saja yang ada pada perguruan tinggi di Jakarta. Dibutuhkan penambahan informasi seperti fasilitas atau sarana dan struktur organisasi yang ada di perguruan tinggi tersebut. Pada penulisan ini penulis juga hanya memberikan informasi perguruan tinggi di Jakarta saja. Untuk kedepannya mungkin bisa dikembangkan lagi misalnya seperti informasi lokasi perguruan tinggi di Indonesia (mengcakup seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia). Aplikasi ini juga masih bersifat online sehingga dibutuhkan penyempurnaan program agar infomasi yang diperoleh pengguna akan semakin lengkap. Kemudianinformasi ini juga bisa dikembangkan menjadi aplikasi LBS (Location Based Service) agar pengguna bisa mengetahui koordinat posisi pengguna dan dapat menghitung jarak anatara posisi pengguna dengan lokasi tujuan.

Minggu, 27 Desember 2015

PROPOSAL PEMBUATAN APLIKASI INFORMASI LOKASI PERGURUAN TINGGI DI JAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Permasalahan
                Perkembangan teknologi informasi sangat cepat seiring dengan kebutuhan akan informasi dan pertumbuhan tingkat kecerdasan manusia. Saat ini telah banyak sistem informasi yang digunakan untuk menunjang dan menyelesaikan suatu permasalahan yang biasanya timbul dalam suatu organisasi, perusahaan atau instansi pemerintahan.
Sistem informasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja dari suatu organisasi ataupun instansi agar lebih efektif dan efisien serta mudah dalam penerimaan informasi yang ingin disampaikan. Begitu juga dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS) yaitu teknologi yang menjadi alat bantu dan sangat esensial untuk menyimpan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan kembali kondisikondisi alam dengan bantuan data atribut dan keruangan.
Jakarta terkenal dengan penduduk rantauan yang datang dari setiap daerah. Banyak perguran tinggi tersebar di Jakarta, namun tidak semua orang awam tahu tentang perguruan tinggi di Jakarta terutama letak perguruan tinggi tersebut.
Untuk mempermudah menginformasikan kepada orang awam dan pelajar dimanapun berada yang sedang membutuhkan informasi Perguruan Tinggi di Jakarta beserta letaknya, maka sistem infomasi geografis berbasis web sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

B.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diidentifikasikan permasalahan yang berkaitan
dengan informasi lokasi perguruan tinggi di Jakarta.

C.      Batasan Permasalahan
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
a. Aplikasi Web GIS tentang informasi lokasi perguruan tinggi di Jakarta.
b. Aplikasi ini memanfaatkan Maps Api dari Google yang digunakan untuk penentuan lokasi   
                    perguruan tinggi dan rute dari posisi user menuju lokasi.
c. Aplikasi dibangun dengan bahasa pemrograman Java dan PHP menggunakan basis data             
    MySQL.

D.      Rumusan Permasalahan
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka permasalahan yang akan dibahas/diteliti dirumuskan sebagai berikut:  
a.              Bagaimana merancang aplikasi informasi lokasi Perguruan Tinggi di Jakarta Berbasis berbasis Web GIS.
b.              Bagaimana memanfaatkan Google API khususnya Maps API untuk penentuan lokasi dan rute lokasi Perguruan Tinggi di Jakarta.
c.              Bagaimana merancang aplikasi Web GIS agar pengguna dapat memilih perguruan tinggi yang diinginkan.

E.       Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan aplikasi lokasi perguruan tinggi berbasis Web GIS di Jakarta yang dapat digunakan oleh  pihak lembaga maupun masyarakat untuk mendukung pengembangan pendidikan di Jakarta.

F.       Kegunaan Penelitian
Dengan melakukan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
1.        Sebagai penambah wawasan dan meningkatkan kemampuan mahasiswa, khususnya dalam bidang pemrograman dan aplikasi berbasis opensource.
2.       Mempermudah Masyarakat Umum memperoleh informasi Lokasi Perguruan Tinggi di Jakarta, meliputi peta lokasi, deskripsi, foto galeri obyek serta kontak (Telepon rumah, telepon genggam, Email) di Jakarta.
3.       Aplikasi ini dapat membantu pengguna untuk menuju ke lokasi Perguruan Tinggi melalui peta dan rute terdekat.
4.       Aplikasi ini dapat membantu pengguna untuk memilih Jurusan dan akriditasi pada perguruan tinggi yang ditawarkan.




BAB II
LANDASAN TEORI

A.      Google map
Google Maps adalah sebuah jasa peta globe virtual gratis dan online yang disediakan oleh perusahaan Google,Inc dapat ditemukan di http://maps.google.com/. Google Map menawarkan peta yang dapat diseret dan gambar satelit serta street view untuk seluruh dunia dan baru-baru ini, dan juga menawarkan perencana rute dan pencari letak bisnis di U.S., Kanada, Jepang, Hong Kong, Cina, UK, Irlandia (hanya pusat kota) dan beberapa bagian Eropa.
Google Map API merupakan aplikasi interface yang dapat diakses lewat javascript agar Google Map dapat ditampilkan pada halaman web. Untuk dapat mengakses Google Map, Kita harus melakukan pendaftaran Api Key terlebih dahulu dengan data pendaftaran berupa nama domain web yang kita bangun.

B.      Geographic information system (GIS)
Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu GIS adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja (Barus dan Wiradisastra, 2000). Sedangkan menurut Prahasta (2002) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu, GIS juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.
Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu sistem manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi.
Ada beberapa alasan mengapa perlu menggunakan Sistem Informasi Geografis, diantaranya adalah :
1. GIS menggunakan data spasial maupun atribut secara terintegrasi,
2. GIS dapat digunakan sebagai alat bantu interaktif yang menarik dalam usaha meningkatkan
    pemahaman mengenai konsep lokasi, ruang, kependudukan, dan unsur-unsur geografi yang ada
    dipermukaan bumi,
3. GIS dapat memisahkan antara bentuk presentasi dan basis data,
4. Semua operasi GIS dapat dilakukan secara interaktif,
5. GIS dengan mudah menghsilkan peta-peta tematik,
6. Semua operasi GIS dapat di costumize dengan menggunakan perintah-perintah dalam bahasa
    script,
7. Peragkat lunak GIS menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak lain,
8. GIS sangat membantu pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang spasial dan geoinformatika.

C.      Sistem informasi geografis berbasis web
Sistem Informasi Geografis berbasis web adalah sebuah aplikasi sistem informasi geografis yang dapat dijalankan dan diaplikasikan pada suatu web browser. Aplikasi tersebut bisa dijalankan dalam suatu jaringan global yaitu internet, dalam suatu jaringan lokal atau jaringan LAN, dan dalam suatu komputer yang memiliki web server.




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.      Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan diberbagai Perguruan Tinggi di Jakarta. Waktu penelitian dilakukan pada bulan November hingga bulan Desember 2015.

B.      Metode Penelitian
Menggunakan metode deskriptif, bukan saja menjabarkan akan tetapi juga memadukan dan melalukan klarifikasi untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci. Adapun alat dan bahan penelitiannya  yaitu:
1. Bahan
       Spesifikasi bahan/data dalam penelitian ini yaitu semua data yang ada pada Perguruan Tinggi di Jakarta yaitu berupa data kontak telepon, email, situs resmi kemudian gambar dan kordinat lokasi.
2. Alat
Kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak dalam penelitian:
a.         Hardware
1)        Komputer atau Laptop, Minimum hardware: 500 MHz, 512 MB RAM
b.         Software
1)    Sistem operasi Microsoft Windows 7 dan Linux Oneric ocelot
2)    Notepad ++.
3)    Web browser seperti: Firefox, Chrome, Safari.
4)    Dreamwever Cs 3.
5)    XAMPP sebagai perancangan basis data.
6)    Adobe Photoshop CS3 sebagai pendesainan iconnya.
7)    Visual Paradigm for UML 9.0 Enterprise Edition digunakan untuk perancangan system.
8)    PNGGauntlet dan Paint Sebagai editor dan kompresi poto atau gambar.
9)    Microsoft Office digunakan untuk membuat laporan.

C.      Instrumen Penelitian
1. Studi Pustaka.
Mempelajari buku, artikel dan situs internet serta referensi lain yang terkait dengan Pembuatan Aplikasi seluler berbasis Android.
2. Survey / Observasi
Mungumpulkan data dengan cara pengamatan langsung terhadap semua kebutuhan yang diperlukan pada obyek penetian,tidak terkecuali hardware, software dan brainware yang mendukung Pembuatan Aplikasi seluler berbasis Android.
3. Wawancara / Interview
Melakukan tanya jawab secara langsug dengan pihak Perguruan Tinggi terkait dengan Pembuatan Aplikasi lokasi Perguruan Tinggi di Jakarta.
4. Dokumentasi / Kearsipan
Melakukan tanya jawab secara langsug dengan pihak Perguruan Tinggi terkait dengan Pembuatan Aplikasi lokasi Perguruan Tinggi di Jakarta.
5. Dokumentasi / Kearsipan
Melakukan dokumentasi rencana kerja, dokumentasi kegiatan yang dikerjakan, dokumentasi hasil kerja (yang berhasil maupun error), dokumentasi hasil akhir bentuk dalam laporan ataupun aplikas yang siap digunakan.

D.      Analisis Penelitian
Menjelaskan bagaimana penulis mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang berguna untuk lokasi perguruan tinggi di Jakarta.


Daftar Pustaka

Sabtu, 14 November 2015

UNSUR-UNSUR KARANGAN

SEMBILAN UNSUR DALAM MEMBUAT KARANGAN

Tugas kali ini saya akan menulis unsur - unsur dalam membuat karangan. Sebelum menulis suatu gagasan atau tulisan ilmiah, seharusnya kita memperhatikan beberapa unsur yang terdapat dalam penulisan ilmiah tersebut. Sehingga penulisan ilmiah yang kita buat mampu memenuhi syarat penulisan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan ataupun tulisan. Berikut adalah unsur-unsur dalam membuat suatu karangan:

1.       Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

2.       Ejaan
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna.

3.       Diksi
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.[butuh rujukan] Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks. Diksi terdiri dari delapan elemen: Fonem, Silabel, Konjungsi, Hubungan, Kata benda, Kata kerja, Infleksi, dan Uterans.

4.       Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.

5.       Alinea dan Pengembangannya
Alinea atau Paragraf adalah kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Meskipun demkian, ada juga alinea yang hanya terdiri dari satu kalimat saja
Pengembangan alinea :
a. Alinea/Paragraf Definisi
b. Alinea contoh
c. Alinea perbandingan
d. Alinea analogi
e. Alinea Klimaks atau Induktif
f. Alinea Anti Klimaks atau Deduktifg. Alinea Campuran
h. Alinea Sebab Akibati. Alinea Prosesj. Alinea Deskriptif

6.       Perancangan Penulisan Karangan
Perancangan penulisan karya ilmiah, dalam menulis karya ilmiah sangat dibutuhkan perancangan agar erstruktur, layaknya bangunan perlu rancangan untuk membuat bangunan yang kokoh.

7.       Kerangka Karangan
Outline menurut bahasa adalah kerangka, regangan, garis besar, atau guratan. Jadi outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Jadi kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan atau kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas, susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.

8.       Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan merupakan pendapat atau gagasan atau ide dari seseorang dari berbagai sumber, baik berupa tulisan dalam buku atau majalah, surat kabar atau bentuk tulisan lainnya. Mengutip adalah proses pengambilan gagasan tersebut. Sumber yang dipakai bisa diambil dari kamus, ensiklopedia, artikel, laporan, buku, majalah, internet dan lain sebagainya.
Catatan kaki adalah salah satu bagian penting dalam penulisan karya tulis, biasa digunakan dalam penulisan buku, skripsi, makalah, dan juga tulisan lainnya. Tujuan catatatan kaki aalah untuk memberi penjelasan tentang sumber kutipan dari suatu karya tulis. Catatan kaki ditulis disetiap lembar/halaman dimana sumber tersebut dimuat dalam sebuah karya tulis berbeda halnya dengan daftar pustaka yang penulisannya beraa di akhir karya tulis. Biasanya catatan kaki terdapat pada bagian bawah dan dipisahkan oleh garis panjang.

9.       Abstrak dan Dan Daftar Pustaka
Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk me¬mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per¬masalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian.
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.