Minggu, 05 Juni 2016

HUJAN

Hujan
Merintik terus
Merinai di atas kepala
Menetes di kening

Biarkan ia terus
Menembus ke benak
Meresap di kalbu
Hingga jadi embun pagi rindu

KUINGIN DAPAT

Kuingin dapat ungkapkan, segala amarah
Kuingin dapat sampaikan, segala ingin
Kuingin dapat katakan, segala pinta
Kuingin dapat teriakkan, segala emosi jiwa

Namun ku tak dapat lakukan segalanya
Karena ku hanya sendiri di sini,
seorang diri

Hari ini belum menjemput masanya
Langit belum ada lagi bintang
Kilau senja yang ‘kan menjelang, ia takkan ada,
bila mendung masih kian meraja

Harus kukatakan lagi pada siapa
selagi Yang Kuasa telah tahu segalanya
Kusadari akhirnya saat ini
Segenap diri telah berkawan sunyi

Hanya diri ini yang ada
membias bening sanubarinya
tak mau padam membara jiwanya
tak ingin berjumpa dengan matinya

Juga diam hanya yang ada
bersama angin menjemput segala rasa
bawa mereka pergi melayang jauh
hingga perahu lara tak lagi mampu bersauh

DOA MALAMKU UNTUKMU

Selamat Malam, cantik
Tidurlah nyenyak,
bermimpilah dalam segala lembutmu,
oh kamu yang termanis

Dalam suara berpadu merdu
beribu malaikat turun dari surga
seakan itulah dirimu, putri yang cantik
Kaulah bidadari yang t’lah turun dari sana

Suatu lagu terindah ’kan membelai rona alismu,
sentuh merah bibirmu, rengkuh gemas pipimu

Uluran tangan dari Sang Tuhan
‘kan mendekapmu, menjagamu
meniti negeri-negeri penuh emas dan putih awan
jauh tinggi di langit sana

Bermimpilah indah,
Lesatkan panah-panah anganmu,
duhai sayangku, manisku
Biarkanlah mereka temanimu,
tunjukkan jalan lurusmu

Pejamkanlah matamu saja
Dengarlah para malaikat kecil,
padukan suara semesta

Tidurlah, mimpilah dalam segala lembutmu,
oh, peri kecilku, malaikat hatiku
Semoga suatu saat nanti, kau berkenan
rebahkan sandarmu di hatiku, dalam pelukanku

Doaku selalu besertamu
Selamat tidur

WAJAH NEGERIKU

Setelah 69 tahun kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini sepertinya negeri ini masih belum pada posisi yang dicita-citakan para pejuang kemerdekaan.  selama 69 tahun tersebut Negeri ini mengalami berbagai peristiwa pasang surutnya perjalanan sebagai sebuah proses untuk menuju Bangsa yang besar dan peristiwa-peristiwa tersebut menjadi sejarah mengisi lembaran-lembaran yang tidak akan penuh oleh coretan tinta layaknya sebuah buku cerita berepisode.

Setiap cerita selalu dihiasi dengan warna yang mana warna tersebut ada terang, kelam, putih, hitam dan berjuta-juta warna yang tak mampu tuk kutulis..jika saja boleh negara diilustrasikan kedalam cerita yang memiliki banyak warna pastilah bangsa ini telah melewati masa kelam dan hitamnya sebuah proses berdirinya negara ini, lantas warna apakah yang menghiasi indonesia saat ini? tidak ada warna yang tepat untuk menggambarkan keadaan saat ini.

Indonesia yang selalu kita dengar sebagai negara yang  melimpah sumber daya alamnya, kaya akan keanekaragaman budayanya, santun dalam etika masyarakatnya dan masih banyak lagi kata-kata indah sebagai gambaran dari bangsa ini. Pertanyaan terbesarnya adalah, sudah adakah keserasian dengan apa yang terjadi saat ini???

Dimana - mana terjadi banjir dan bencana alam sebagai hasil dari buah tangan kita sendiri, kemiskinan masih sebagai selimut berjuta-juta rakyat indonesia, pendidikan masih menjadi sesuatu yang bernilai mahal harganya, krisis moral dan kepercayaan merebak bak jamur yang tumbuh dimusim penghujan, tindakan anarkis kerap menjadi pilihan dalam mengatasi masalah yang sebenarnya semuanya memiliki payung hukum, pelaku korupsi tumbuh pesat seolah-seolah menjadi trend yang sangat sayang jika tidak diikuti, pengangguran masih menjadi permasalahan klasik yang belum terselesaikan sebagai efek dari tidak berimbangnya antara  jumlah penduduk dengan tersedianya lahan kerja dan menjadi TKI ilegal MUNGKIN adalah pilihan "cerdas" yang tidak berkualitas ditengah-tengah rumitnya sebuah birokrasi dan minimnya pilihan untuk dapat hidup dengan layak, sekalipun berita-berita menyesakkan tentang nasib TKI masih menghiasi di berbagai media.

Layaknya wajah kelam dari seorang bidadari yang terkungkung dalam istana yang megah yang tertulis di dalam sebuah cerita-cerita dongeng, mungkin seperti itulah wajah negeri ini..kapan pena ini memihak kita untuk  kau tuliskan keindahan dan mengakhiri penderitaan sang bidadari? sayangnya kita tidak hidup di negeri dongeng yang dengan mudah mengubah alur cerita, namun kita hidup di dunia nyata dimana proses panjang adalah sebuah keharusan, untuk mengubah paragrap demi paragrap cerita kehidupan.

Jumat, 03 Juni 2016

RESENSI BUKU JAGO BERMAIN PIANO KLASIK

*  Judul Buku     : Jago Bermain Piano Klasik
*  Pengarang      : Adi Jarot
*  Editor             : Munnal Hani’ah
*  Tahun Terbit   : 2010 (cetakan pertama)
*  ISBN              : 978-602-95-5928-6
*  Tebal Buku     : 185 halaman
*  Harga Buku    : Rp28.000,00
              Piano merupakan instrumen yang bagus untuk dipelajari sejak kecil. Sebab, dengan bermain piano dapat melatih fungsi otak kanan dan otak kiri, serta melatih koordinasi kedua tangan dan kaki. Pada masa kanak-kanak sangat dianjurkan untuk belajar bermain piano lantaran dapat melatih kecerdasan otak. Melalui bukunya, Adi Jarot mengupas tentang pengenalan dan pengembangan permainan tangan kanan dan tangan kiri dalam bermain piano klasik. Pada bukunya berisi tentang teori teori praktis dan lagu-lagu klasik yang sesuai dengan notasi yang sudah ada. Terdapat pula penerapan nada-nada pada tuts piano. Adi Jarot juga menulis buku bertemakan musik, seperti : Cangih Main Gitar Elektrik, Pintar Main Gitar, Tips Menjadikan Kamar Sebagai Ruang Studio, dsb.
              Dengan menbaca buku ini, diharapkan dapat membantu belajar piano klasik sekaligus mengasah bagi yang sudah mempelajarinya serta dengan belajar piano dapat melatih fungsi otak kanan dan otak kiri. Berlatih dengan buku juga merupakan alternative untuk belajar piano selain dengan kursus yang relatif mahal.
              Buku Jago Bermain Piano Klasik ini terbagi atas dua bab yang diikuti beberapa sub bab. Pada setiap babnya diawali dengan pendahuluan yang berfungsi sebagai pengenalan bab yang akan dipelajari. Bab-bab tersebut di antaranya
Bab 1 : Fakta dalam Belajar Bermain Piano
A.   Belajar Piano Klasik atau Pop?
B.   Pada Usia Berapa Sebaiknya Belajar Bermain Piano?
C.   Bagaimanakah Cara Menghilangkan Kebosanan dalam Belajar Bermain Piano?
D.   Apa Akibatnya Bila Terlambat Belajar Bermain Piano?
Bab 2 : Metode Pembelajaran dalam Bermain Piano
A.   Teori Dasar Musik
B.   Penjarian
C.   Permainan Tangan Kiri dan Kanan
D.   Pengetahuan Tentang Piano
E.   Latihan Memainkan Lagu
Buku ini sangat cocok bagi pemula ataupun yang ingin mengasah kemampuan dalam bermain piano. Selain menyajikan lagu-lagu klasik sebagai ajang latihan, di dalam buku ini juga menyajikan lagu-lagu hits yang dilengkapi dengan notasinya sehingga mudah dimainkan sebagai latihan praktik. Semua teori dasar dan pengembangan permainan piano dikemas dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami, sekalipun untuk pemula. Tabel dan gambar ilustrasi memudahkan pembaca untuk memahami isi buku, hanya saja jumlahnya yang relatif sedikit. Kesalahan cetak pada buku juga relative sedikit, hanya terdapat beberapa pengejaan yang salah dan tidak sampai mengubah maksut dari materi yang disampaikan. Namun, ada juga beberapa hal yang menyebabkan buku ini terkesan monoton dan membosankan, seperti buka yang hanya berwarna hitam dan putih  serta uraian yang sebenarnya kurang perlu. Lepas dari itu semua, buku ini dapat membantu pembaca untuk belajar piano dengan praktis dan mudah.

Minggu, 17 April 2016

RESENSI FILM SOEKARNO


A.      Identitas Film
Judul Film                           : Soekarno
Sutradara                             : Hanung Bramantyo
Produser                              : Raam Pujabi
Editing                                : Cesa David Luckmansya
Tahun pembuatan               : 2013
Durasi                                 : 150 minutes
      B.      Pemeran         :
·         Ario Bayu - Soekarno
·         Lukman Sardi - Hatta
·         Tanta Ginting - Sjahrir
·         Tika Bravani - Fatmawati
·         Maudy Koesnaedi - Inggit Garnasih
·         Sujiwo Tejo - Soekemi Sosrodihardjo (Ayah Soekarno)
·         Ayu Laksmi - Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu Soekarno)
·         Mathias Muchus - Hassan Din (ayah Fatmawati)
·         Rully Kertaredjasa - Ibu Fatmawati
·         Ferry Salim - Sakaguchi
·         Agus Kuncoro - Gatot Mangkuprojo
·         Stefanus Wahyu - Sayuti Melik
·         Elang - Kartosuwiryo
·         Agus Mahesa - Ki Hadjar Dewantara
·         Hamid Salad - Achmad Soebardjo
·         Hengky Solaiman - Koh Ah Tjun (pedagang China)
·         Ria Irawan - Ceuceu (mucikari)
·         Emir Mahira - Soekarno remaja
·         Aji Santosa - Soekarno kanak-kanak
·         Michael Tju – Hirohito
      ·         Alur Film           : Alur Maju
      C.      Sinopsis
Lahir dengan nama Kusno, dan karena sering sakit diganti oleh ayahnya dengan nama Soekarno. Besar harapan anak kurus itu menjelma menjadi ksatria layaknya tokoh pewayangan - Adipati Karno. Harapan bapaknya terpenuhi, umur 24 tahun Sukarno berhasil mengguncang podium, berteriak: Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya, dia harus dipenjara. Dituduh menghasut dan memberontak. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Pledoinya yang sangat terkenal, Indonesia Menggugat, mengantarkannya ke pembuangan di Ende, lalu ke Bengkulu.
Di Bengkulu, Sukarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal Sukarno masih menjadi suami Inggit Garnasih, perempuan yang lebih tua 12 tahun dan selalu menjadi perisai baginya ketika di penjara maupun dalam pengasingan. Kini, Inggit harus rela melihat sang suami jatuh cinta. Di tengah kemelut rumah tangganya,Jepang datang mengobarkan perang Asia Timur Raya. Berahi politik Soekarno kembali bergelora.
Hatta dan Sjahrir, rival politik Sukarno, mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dibanding Belanda. Tapi Sukarno punya keyakinan, Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk meraih kemerdekaan. Hatta terpengaruh, tapi Sjahrir tidak. Kelompok pemuda progresif pengikut Sjahrir bahkan mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator. Keyakinan Sukarno tak goyah.
Sekarang, kemerdekaan Indonesia terwujud pada tanggal 17 Agustus 1945. Di atas kereta kuda, Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto berwejang kepada Sukarno muda: Manusia itu sama misteriusnya dengan alam, tapi jika kau bisa menggenggam hatinya, mereka akan mengikutimu. Kalimat ini selalu dipegang Sukarno sampai dia mewujudkan mimpinya: Indonesia Merdeka!

      D.      Kelebihan
1.                   Karakter dan penokohan yang kuat.
2.                   Salah satu kekuatan utama dalam film ini adalah detil sejarah yang rinci dan tidak banyak orang tau. Menurut saya film ini berbeda dengan film Indonesia kebanyakan karena disertai dengan riset yang cukup mendalam. Dan hal ini memunculkan kepuasan bagi para penonton yang ingin melihat film ini dari sisi sejarahnya.

      E.       Kekurangan
1.                   Film ini sebagaimana tipikal film-film Indonesia pada umumnya, yakni mudah dimengerti. Alur film ini sangat mudah ditebak apalagi bagi yang mengetahui sejarah Indonesia pada periode kemerdekaan.
2.                   Penokohan Sukarno dalam film ini sering digambarkan dalam situasi galau, murung, dan tertekan. Efek penuansaan dalam film ini pun didominasi dengan pencahayaan yang gelap sehingga kesan murung pada sosok Sukarno sebagai tokoh utama semakin terasa. Padahal kita mengenal Sukarno merupakan sosok yang tegas.
3.                   Film ini memaksakan sisi romantisme Sukarno secara salah. Film ini mengangkat Sukarno sebagai seorang yang womanizer. Akan lebih baik jika konflik Sukarno-Inggit-Fatma dalam film ini ditiadakan dan hanya fokus dalam pergulatan dalam mendapatkan kemerdekaan.

Selasa, 15 Maret 2016

RESENSI NOVEL MARMUT MERAH JAMBU


Judul                     : Marmut Merah Jambu
Penulis                  : Raditya Dika
Penerbit                : Bukune        
Kota Terbit           : Jakarta
Tahun Terbit         : 2010
Cetakan ke            : V
Deskripsi Fisik      : 222 halaman; 13 x 20cm.

Sinopsis
Cerita ini dimulai ketika Dika dan dua orang temannya semasa SMP menyimpan rasa suka secara diam-diam pada teman wanitanya namun enggan untuk menyampaikan perasaannya itu karena mereka dianggap culun.
Lalu ketika SMA, ia kembali satu sekolah dengan cewe yang ia taksir dulu, Ina namanya. Ia akhirnya mencoba berkenalan dengannya. Dika mencoba beberapa kali mengajak Ina berkencan dan akhirnya berhasil. Sejak saat itu mereka berdua sering jalan bareng. Namun akhirnya harus berpisah karena Dika kuliah di luar negeri. Beberapa tahun kemudian mereka mengatur pertemuan dan berhasil. Kini Dika menjadi seorang penulis sementara Ina menjadi Event Organizer.
Saat itu, Ina curhat kepada Dika mengenai cowo yang ditaksirnya sejak SMA lalu. Namun ternyata Dia, cowo yang ditaksir Ina, memberitahu padanya bahwa ia telah berpasangan. Dika pun berpikiran akan memberitahu Ina bahwa ia tengah menulis buku berjudul Marmut Merah Jambu dimana akan disisipkan bab tentang perasaan cinta Dika pada Ina yang tak pernah terbalas. Namun Dika mengurungkan niatnya. Akhir pembicaraan, Dika meminta Ina supaya hubungan mereka berdua tetap seperti itu.
Novel ini ditulisnya dengan berusaha memahami apa itu cinta dengan mengintrospeksi dirinya berdasar pengalaman pribadinya selama ini. Dan sampai pada halaman terakhir yang ditulisnya, dia tetap tidak mengerti apa itu cinta sama ketika ia mengawali buku ini pada halaman pertama.
Alih – alih seperti belalang, Dika merasa seperti seekor marmut merah jambu yang terus – menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship (hubungan) ke relationship yang lainnya, mencoba terus berlari di dalam roda bernama cinta, seolah – olah maju, tapi tidak… karena sebenarnya jalan di tempat. Seperti marmut yang tidak tau kapan harus berhenti berlari di roda yang berputar. Yang setiap saat memandanginya dia selalu berpikir “apakah ini saatnya berhenti?”

Unsur Intrinsik
Tema                   : Tema sosial – pengalaman pribadi
Alur                     : Maju
Penokohan           : Dika                     : dungu, jenaka, terlihat culun, pandai memecahkan kasus
                               Ina                        : populer, baik, gengsian          
                               Mama                   : panik, sayang anak-anaknya
                               Edgar                    : tidak mau rugi
                               Grup Detektif       : konyol, hebat
                               Ara                       : baik, sahabat sejati
Sudut pandang     : Orang pertama pelaku utama

Latar
a.       Tempat      : Sering disebutkan daerah-daerah Jakarta selatan
b.      Waktu        : Berhari-hari
c.       Suasana     : Lebih menggambarkan suasana hati Dika yang terkadang senang juga miris

Unsur Ekstrinsik
Nilai-nilai                          : nilai sosial tentang percintaan remaja
Bahasa                              : bahasa sehari-hari
Gaya cerita                       : diceritakan secara jenaka
Kepengarangan                : adalah seorang penulis novel populer yang terkenal dengan novel-        novelnya yang menceritakan tentang pengalaman pribadi

Keunggulan
Novel ini memiliki desain cover yang menarik perhatian, karena terlihat lucu dengan foto Raditya Dika yang wajahnya menyerupai marmut ditambah desain-desain ornamen unik. Bahasa yang digunakan juga sangat ringan karena ia menggunakan bahasa sehari-hari anak remaja. Banyak hal-hal menarik seputar fenomena kehidupan anak remaja yang ditulisnya juga membuat novel ini lebih hidup ketika dibaca oleh kaum remaja.

Kekurangan
Novel ini lumayan tebal untuk jenis novel komedi. Pada beberapa bagian novel ini sedikit membosankan. Jika yang membacanya adalah seorang perempuan, mungkin akan sedikit geli karena pada bab “Balada Sunatan Edgar” isinya menggunakan bahasa yang sangat vulgar. Novel ini jika dibaca oleh orang dewasa mungkin membosankan, karena isinya yang berbau remaja.

Kesimpulan
Novel ini sangat menarik karna berjenis non-fiksi komedi, mudah dipahami karena menceritakan pengalaman pribadi sang penulis. Namun ada beberapa kata yang sangat tidak layak untuk dibaca terutama oleh anak yang masih dibawah umur karena kata tersebut sangatlah vulgar. Disamping itu secara keseluruhan novel ini sangatlah cocok untuk mengisi waktu luang sembari menghibur diri.